Tanamonews.com, Padang — Universitas Negeri Padang (UNP) kembali mendapat kepercayaan dari Direktorat Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk melaksanakan Program Pendampingan Revitalisasi Sekolah Luar Biasa (SLB) Tahun 2026.
Kepercayaan tersebut menjadi bukti konsistensi UNP dalam mewujudkan konsep Kampus Berdampak melalui kontribusi nyata dalam penguatan layanan pendidikan bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Kepala Subdirektorat Kerja Sama UNP, Dodi Marta Nanda, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa Program Pendampingan Revitalisasi SLB Tahun 2026 merupakan kali kedua UNP dipercaya oleh Direktorat PKPLK untuk menjalankan program tersebut setelah sukses melaksanakannya pada tahun sebelumnya.
“Kepercayaan yang kembali diberikan kepada UNP menunjukkan komitmen dan kapasitas universitas dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan khusus dan layanan khusus di Indonesia. Ini juga menjadi wujud nyata implementasi Kampus Berdampak yang saat ini terus didorong oleh UNP,” ujarnya. Menurut Dodi, pada tahun 2026 UNP mendapat amanah untuk mendampingi sembilan Sekolah Luar Biasa (SLB) yang tersebar di tujuh kabupaten dan kota di Sumatera Barat dengan Ketua Tim/Koordinator Pelaksana Swakelola UNP, Ir. Risma Apdeni, S.T., M.T., Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2025 yang hanya mencakup empat sekolah sasaran.
Ia menjelaskan, dalam pelaksanaan program revitalisasi tersebut UNP memiliki empat peran utama, yakni memberikan pendampingan dalam perencanaan program revitalisasi, mendampingi pelaksanaan program revitalisasi, melakukan pendampingan pada proses konstruksi, serta memberikan jaminan terhadap kemajuan pekerjaan yang dilaksanakan di setiap sekolah penerima program. Sebagai bagian dari pelaksanaan program, Direktorat PKPLK menyelenggarakan kegiatan bimbingan teknis dan diskusi terprogram pada 7–10 Juni 2026 lalu di Tangerang, Banten. Kegiatan tersebut bertujuan mendorong sekolah-sekolah sasaran agar mampu menyusun rencana strategis pengembangan yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan pendidikan.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Direktorat PKPLK dengan perguruan tinggi pelaksana Program Revitalisasi SLB Tahun 2026. Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Direktur PKPLK, Saryadi, bersama perwakilan perguruan tinggi mitra. Selain itu, dilakukan pula penandatanganan Kontrak Swakelola Tipe II antara Ketua Tim Pelaksana Swakelola UNP dan Pejabat Pembuat Komitmen PKPLK, Aswin Wihdiyanto. Dari pihak UNP, penandatanganan secara simbolis diwakili oleh Dodi Marta Nanda selaku Kepala Subdirektorat Kerja Sama UNP. Dodi menambahkan, UNP juga menugaskan dua alumni Teknik Sipil Fakultas Teknik, yakni Prasetia Dego Candra, S.T., M.T. dan Devid Johanska, A.Md., sebagai fasilitator program.
Keduanya akan mendampingi pelaksanaan revitalisasi di sekolah-sekolah sasaran guna memastikan seluruh tahapan program berjalan sesuai rencana. “Melalui program ini, UNP tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga hadir secara langsung untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung terwujudnya layanan pendidikan yang inklusif, aman, dan berkualitas bagi peserta didik berkebutuhan khusus,” tutup Dodi. SDGs yang didukung: SDG 4 (Quality Education / Pendidikan Berkualitas), SDG 10 (Reduced Inequalities / Berkurangnya Kesenjangan), dan SDG 17 (Partnerships for the Goals / Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).







0 Komentar