Tanamonews.com, Padang – Di bawah kepemimpinan transformatif Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, bersama komitmen kuat Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, langkah besar untuk mengubah konseptual pembangunan di wilayah selatan dan timur Sumatera Barat kini memasuki babak baru.
Berdasarkan Rilis Resmi Humas Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar), pemerintah provinsi bersama tiga kepala daerah sepakat mematangkan usulan integrasi kawasan Sawahlunto–Sijunjung–Dharmasraya (SSD) sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) kepada Pemerintah Pusat.
Langkah taktis ini dikunci melalui penandatanganan surat kesepakatan komitmen bersama dalam pertemuan tingkat tinggi yang dipimpin langsung oleh Wagub Vasko Ruseimy di Rumah Dinas Wakil Gubernur, Senin (6/7/2026). Hadir sebagai pilar utama dalam perumusan tersebut, Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani, Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir, dan Wakil Wali Kota Sawahlunto Jeffry Hibatullah.
Vasko Ruseimy: Menjawab Kegelisahan Rakyat Lewat Konsolidasi Regional
Bagi Vasko Ruseimy, pengusulan kawasan mega-ekonomi SSD ini bukan sekadar urusan pemenuhan dokumen administratif di atas meja birokrasi, melainkan sebuah jawaban konkret atas denyut nadi aspirasi masyarakat Sumatera Barat. Melalui pernyataan visioner yang dikutip dari Akun Facebook Resmi Vasko Ruseimy, Wagub menangkap esensi mendasar dari apa yang selama ini diperjuangkan oleh masyarakat tapak.
"Masih banyak masyarakat yang berharap hadirnya lebih banyak lapangan kerja, hidup lebih baik, investasi, dan pemerataan pembangunan di Sumatera Barat. Betul, 'kan? Karena itu, Bismillah, mari kita kawal bersama agar kawasan Sawahlunto–Sijunjung–Dharmasraya (SSD) ditetapkan sebagai Program Strategis Nasional (PSN)," tegas Vasko dalam unggahan digitalnya.
Vasko mengonstruksikan bahwa jika status PSN ini digenggam, kawasan SSD tidak hanya menjadi episentrum lokal, melainkan bertransformasi menjadi magnet pertumbuhan berskala makro.
“Jika terwujud, kawasan ini akan menjadi motor penggerak ekonomi Sumatera Barat dan Sumatera bagian tengah. Investasi tumbuh, lapangan kerja terbuka, UMKM berkembang, dan pembangunan semakin merata. Insya Allah, dengan dukungan dan kolaborasi semua pihak, peluang besar ini bisa kita wujudkan demi masa depan Sumatera Barat yang lebih maju,” imbuh Vasko optimis dalam forum resmi tersebut.
Ia menjabarkan bahwa integrasi SSD dirancang multi-sektor: mulai dari hilirisasi industri, peningkatan nilai tambah produk domestik, konektivitas interregional, optimalisasi logistik, pemanfaatan energi hijau, hingga revitalisasi sektor pariwisata.
Suara Rakyat Koridor SSD: "Jangan Sekadar Seremonial, Utamakan Tenaga Kerja Lokal!
"Gagasan besar ini langsung memantik respons positif sekaligus harapan besar dari akar rumput di tiga daerah terkait. Berdasarkan jurnalisme warga dan serapan aspirasi publik di koridor SSD, masyarakat menilai bahwa integrasi ini adalah jawaban atas tantangan ekonomi yang mereka hadapi sehari-hari.
Rudi (38), salah seorang pelaku UMKM yang mewakili suara masyarakat di kawasan SSD, mengungkapkan bahwa bersatunya tiga daerah ini dalam payung PSN harus membawa dampak langsung ke dapur masyarakat bawah.
"Kami sangat mendukung langkah Pak Wagub Vasko dan Ibu Bupati Annisa. Selama ini pembangunan terkesan jalan sendiri-sendiri. Harapan kami sebagai masyarakat, jika PSN ini disetujui pusat, proyeknya jangan sekadar seremonial. Tolong utamakan penyerapan tenaga kerja lokal dari anak-anak muda kami di SSD, dan beri ruang luas bagi produk UMKM daerah untuk berkembang," ungkap Rudi menyampaikan ekspektasi warga.
Sentimen senada juga bergaung di platform digital. Publik sepakat bahwa konektivitas interregional yang diwacanakan Pemprov Sumbar harus mampu memotong biaya logistik, sehingga komoditas pertanian dan industri kreatif masyarakat lokal memiliki daya saing tinggi saat keluar daerah.
Annisa Suci Ramadhani: Menjemput Takdir Pembangunan dengan Ikhtiar dan Sinergi
Gayung bersambut, komitmen besar Pemprov Sumbar dan ekspektasi tinggi masyarakat ini dikawal ketat oleh Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani. Sebagai salah satu kepala daerah muda yang progresif, Annisa melihat koridor SSD sebagai peluang emas untuk melambungkan kapasitas fiskal dan ekonomi daerahnya.
Menyikapi momentum bersejarah ini, Annisa meletakkan landasan perjuangan ini dengan optimisme tinggi sekaligus berserah diri pada restu Yang Maha Kuasa. Melalui Pernyataan Resmi di Akun Facebook Resminya, Annisa merefleksikan keseriusan jajarannya dalam mengawal program ini.
"Bismillah... semoga setiap langkah dan ikhtiar kita dimudahkan Allah SWT," tulis Annisa penuh harap. Secara formal di hadapan media, Annisa menegaskan kesiapan penuh Kabupaten Dharmasraya untuk meleburkan ego sektoral demi kemaslahatan kolektif Sumatera Barat. Sinergitas antardaerah diklaimnya sebagai modal sosial terbesar saat ini.
“Kami siap mendukung sesuai koridor kewenangan dan kemampuan keuangan daerah masing-masing. Harapannya, usulan ini disetujui Pemerintah Pusat sehingga dapat mengakselerasi pembangunan dan secara langsung meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan Sawahlunto, Sijunjung, Dharmasraya, maupun Sumatera Barat secara komprehensif,” pungkas Annisa.
Soliditas Dokumen Menuju Validasi Pusat
Guna memuluskan advokasi yang akan dibawa oleh Gubernur dan Wakil Gubernur ke tingkat kementerian di Jakarta, tiga kepala daerah SSD berkomitmen penuh mematangkan instrumen pendukung di lapangan.
Bentuk dukungan konkret yang telah ditandatangani meliputi suplai data spasial, kajian teknis makro, percepatan sinkronisasi tata ruang (RTRW), simplifikasi regulasi perizinan, hingga fasilitasi penyediaan lahan (land clearance).
Melalui duet kepemimpinan strategis Vasko Ruseimy dan Annisa Suci Ramadhani—bersama para kepala daerah SSD lainnya serta kawalan ketat dari aspirasi masyarakat—Sumatera Barat kini tengah bersiap melahirkan kutub pertumbuhan baru yang berdaya saing global, inklusif, dan merata untuk masa depan Ranah Minang yang lebih gemilang. Penulis : Dimetri Robby







0 Komentar