Tanamonews.com, Jakarta – Kabupaten Dharmasraya di bawah kepemimpinan Bupati Annisa Suci Ramadhani, S.H., LL.M., menorehkan lompatan kuantum di panggung pendidikan nasional.
Melalui diplomasi taktis, daerah Ranah Cati Nan Tigo ini resmi terpilih sebagai salah satu episentrum pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) berstandar internasional, menjadikannya satu dari dua daerah di Sumatera Barat yang dipercaya Pemerintah Pusat.
Akselerasi megaproyek senilai Rp250 miIiar ini dikunci melalui penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) oleh Bupati Annisa bersama Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen RI, Suharti, di Jakarta, Kamis (30/07/2026). Dharmasraya kini resmi masuk jajaran 16 kabupaten/kota gelombang pertama di Indonesia yang berhasil menuntaskan seluruh tahapan administratif.
Validasi Pusat: Visi Modern Menuju Pusat Keunggulan
Keberhasilan ini menindaklanjuti validasi lapangan oleh Direktur SD Kemendikdasmen RI, Moch Salim Somad, S.Kom., M.Pd., di Sport Center Koto Padang pada 14 Juli 2026. Tim pusat mengapresiasi kesiapan infrastruktur dan komitmen Pemkab Dharmasraya. Proyek berdasarkan Instruksi Presiden No. 10 Tahun 2026 ini akan menghadirkan ekosistem pendidikan terintegrasi (SD-SMA).
Akses Pendidikan Berkelas Dunia di Koto Baru
SNT Dharmasraya dirancang sebagai institusi unggulan berbasis kurikulum STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics), bahasa, dan karakter. Fasilitas mutakhir ini mendekatkan akses pendidikan berkualitas internasional, sekaligus mengakhiri ketergantungan orang tua untuk menyekolahkan anak ke luar daerah.
Efek Pengganda dan Investasi Intelektual
Pemilihan lokasi strategis di Koto Padang diproyeksikan memicu efek pengganda (multiplier effect) ekonomi dan wilayah. Melalui visi Dharmasraya Juara, Bupati Annisa menegaskan komitmen pada investasi intelektual, melengkapi kehadiran Sekolah Rakyat, dan menyiapkan generasi muda menembus kancah global. Penulis: Dimetri Robby







0 Komentar