Tanamonews.com, Dharmasraya – Langit pagi di atas Bumi Cati Nan Tigo tak sekadar cerah; ia seolah menjadi saksi bisu berkumpulnya asa dan sejarah. Senin (17/8/2026), Kabupaten Dharmasraya kembali mematut diri, merajut khidmat dalam Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Namun, ada yang berbeda kali ini—sebuah atmosfer yang tidak hanya tertib, melainkan menggetarkan sanubari. Di pusat altar upacara, berdiri sosok pemimpin muda, Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, S.H., LL.M. Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Annisa berdiri dengan ketegasan yang anggun. Tatapan matanya yang lekat merangkum seluruh penghormatan terhadap tanah air, mencerminkan sebuah estafet kepemimpinan yang membawa semangat baru di atas pundaknya.
Kehadirannya di podium bukan sekadar formalitas protokoler, melainkan simbol dari masa depan Dharmasraya yang sedang melangkah maju. Di bawah komando tegas Letda Inf Magel Hendri (Danramil 03/Pulau Punjung) sebagai Komandan Upacara, dan Kapten CKE Jarman selaku Perwira Upacara, harmoni pagi itu mulai berdenting.
Detik yang Menghidupkan Sejarah
Suasana kian magis saat Ketua DPRD Kabupaten Dharmasraya, Jemi Hendra, melangkah maju. Ketika lembaran naskah Detik-Detik Proklamasi dibacakan, suaranya yang penuh penghayatan membelah keheningan. Setiap bait kata yang terucap bukan lagi sekadar teks usang, melainkan gema perjuangan 1945 yang ditiupkan kembali ke dada ratusan peserta yang berdiri takzim.
Lalu, keheningan itu pecah oleh suara yang dinanti: derap langkah Paskibraka Kabupaten Dharmasraya.
Lima puluh empat putra-putri terbaik daerah, bentukan dari berbagai SMA, MA, dan SMK se-Kabupaten, melangkah dengan presisi matematika yang mengagumkan. Di bawah tatapan teduh Bupati Annisa, Pelda Joko Sumarno memimpin pasukan suci ini dengan wibawa penuh.
Sorot kamera dan pandangan mata tertuju pada Neisya Febrina Afsya, siswi SMAN 1 Pulau Punjung yang mengemban amanah pembawa baki. Langkahnya tenang, wajahnya mencerminkan ketulusan yang murni saat menerima Sang Merah Putih dari sang Bupati. Di belakangnya, trio pengibar—Rangga Hidayat, M Aqbar Azmi, dan Ferdinan Ozella Sodiq—bersiap menunaikan janji bakti pada tiang tertinggi.
"Aura Kepemimpinan yang Berbeda"
Kekhidmatan upacara ini rupanya menyisakan kesan mendalam bagi masyarakat yang menyaksikan jalannya prosesi dari tepi lapangan. "Jujur, tahun ini rasanya lebih merinding," bisik Ais (24), salah seorang warga Kecamatan Pulau Punjung yang sengaja datang sejak pagi buta untuk melihat upacara secara langsung.
Ia mengaku terpukau dengan pembawaan sang kepala daerah. "Melihat Ibu Annisa berdiri di podium itu ada aura kepemimpinan yang berbeda. Beliau muda, cerdas, tapi pembawaannya sangat tenang dan berwibawa saat memimpin momen sakral seperti ini. Sebagai warga Dharmasraya, ada rasa bangga yang sulit dijelaskan," tambahnya dengan mata berkaca-kaca.
Simfoni Merah Putih dan Anggunnya Kebersamaan
Kesan magis itu kian memuncak saat kain dwiwarna mulai terbentang dan digerek naik. Korsik SMP Negeri 3 Pulau Punjung melantunkan simfoni Indonesia Raya. Di saat itulah waktu seolah berhenti. Sang Merah Putih membubung perlahan, meniti langit, seirama dengan detak jantung mereka yang hadir. Keindahan visual dari kibaran bendera, derap langkah yang serempak, dan harmoni lagu kebangsaan menyatu menjadi sebuah mahakarya rasa yang membuat bulu kuduk meremang.
Keberhasilan upacara yang dipandu anggun oleh pembawa acara Desmayenti ini menjadi potret utuh dari sebuah persatuan. Di barisan undangan, terlihat Wakil Bupati Leli Arni dan Sekda Medison duduk berdampingan dengan jajaran Forkopimda: Dandim Letkol Inf Dicky Sakti Maulana, Kapolres AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo, dan Kajari Indra Gunawan.
Bahkan, kehadiran tokoh senior seperti Bupati Periode 2005-2010 Marlon Martua seolah menjembatani masa lalu dan masa depan Dharmasraya. Di lapangan, pembagian sekat-sekat luruh. Pasukan TNI-Polri dari Kodim 0310/SSD, Polres Dharmasraya, hingga Batalyon Brimob Polda Sumbar stands solid bersama Korpri, PGRI, Satpol PP, Damkar, Dishub, BPBD, serta kepakan semangat dari organisasi mahasiswa dan pelajar.
Merawat Api, Melangkah Pasti
Bagi Kabupaten Dharmasraya, peringatan HUT RI ke-81 ini bukan sekadar seremoni yang usai ketika bendera mencapai puncak tiang. Di bawah kepemimpinan Bupati Annisa Suci Ramadhani, momentum ini dipahat sebagai refleksi mendalam.
Ini adalah tentang bagaimana mewarisi api, bukan abunya. Semangat juang para pendahulu kini bertransformasi menjadi energi kolektif untuk merajut Dharmasraya—dan Indonesia—menjadi rumah yang lebih maju, tangguh, berdaulat, dan dipenuhi cinta tanah air. Penulis: Dimetri Robby







0 Komentar