PIMRED : ROBBY OCTORA ROMANZA (WARTAWAN UTAMA)

6/recent/ticker-posts
"SEBAR LUASKAN INFORMASI KEGIATAN DAN PROMOSI USAHA ANDA DISINI"

Kemenag Sumbar dan Belasan Media Relations Jalin Kemitraan Strategis demi Kepercayaan Publik

Padang, Tanamonews.com — Hubungan antara media dan Kementerian Agama bukanlah hubungan sepihak, melainkan simbiosis mutualisme yang saling menguatkan. Media membutuhkan Kemenag sebagai sumber informasi yang kredibel, sementara Kemenag membutuhkan media sebagai jembatan komunikasi dengan publik. 

Jika dikelola dengan baik, hubungan ini akan memperkuat literasi keagamaan publik, moderasi beragama, dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi keagamaan negara. Pernyataan itu disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, Mustafa didampingi Kepala Bagian Tata Usaha Edison, jajaran kepala bidang, dan pembimas, dalam gelaran Coffee Morning bersama belasan media relations di ruang rapat Kakanwil Kemenag Sumbar, Kamis (24/09/26).

"Hubungan media relations dan Kemenag dalam konteks saling membutuhkan dapat dipahami sebagai bentuk kemitraan strategis yang saling menguntungkan. Media butuh informasi dan akses, sementara Kemenag butuh publikasi dan diseminasi informasi di tengah masyarakat," tegas Mustafa membuka pertemuan. Kakanwil memaparkan sejumlah alasan mendasar mengapa media membutuhkan Kemenag. Selain sebagai sumber informasi otoritatif, Kemenag adalah sumber resmi untuk isu keagamaan, pendidikan agama, zakat, wakaf, serta kerukunan umat. 

Program prioritas, kebijakan baru, dan peristiwa keagamaan nasional hanya bisa didapat langsung dari Kemenag sebagai akses berita eksklusif. "Pemangku kepentingan Kemenag dibutuhkan media untuk memberikan pernyataan yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Isu keagamaan memiliki pembaca dan penonton yang besar dan loyal di Indonesia," ujarnya. Sebaliknya, Kemenag juga  membutuhkan media. Mustafa menegaskan, Kemenag juga membutuhkan media untuk diseminasi informasi. Kebijakan dan program Kemenag perlu tersampaikan luas dan cepat kepada masyarakat. 

Tidak sekadar membangun citra positif, media juga membantu membentuk persepsi publik terhadap kinerja dan kredibilitas Kemenag. "Termasuk manajemen isu dan krisis, edukasi publik, serta akuntabilitas publik. Bagaimanapun liputan media mendorong transparansi dan mendekatkan Kemenag dengan masyarakat," jelasnya. Dalam membangun kemitraan ini, Kakanwil menekankan lima prinsip yang harus dijaga. Pertama, timbal balik (reciprocity), di mana kedua pihak memberi dan menerima manfaat. 

Kedua, transparansi, informasi yang diberikan harus akurat dan tidak menyesatkan. Ketiga, independensi media, media tetap kritis dan tidak menjadi alat propaganda. "Keempat, profesionalisme, hubungan dibangun atas dasar kerja sama kelembagaan, bukan kepentingan pribadi. Kelima, etika komunikasi Dan memahami SOP masing masing, yang dikedepankan demi menjaga kode etik jurnalistik dan kode etik ASN," paparnya. Kakanwil menyebut masukan dari media relations menjadi konsumsi dan jembatan untuk menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat, khususnya dalam mengafirmasi edukasi publik terkait program prioritas Kemenag, capaian prestasi, serta inovasi.

Pertemuan perdana ini akan berlanjut, dengan teknis selanjutnya akan didiskusikan melalui pimpinan dan Tim Humas. "Jubir kita di Kanwil Humas adalah Ketua Tim Humas. Sesuai SOP, informasi dan koordinasi melalui satu pintu," tegasnya. Sesuai arahan Kemenag pusat, Kemenag Provinsi dan Kabupaten/Kota sebagai perpanjangan Kemenag RI harus memahami pentingnya menyampaikan capaian kinerja dan program prioritas Kemenag di tengah masyarakat, khususnya capaian kinerja yang berdampak langsung pada masyarakat.

Dalam momen tersebut, Kakanwil memaparkan struktur organisasi Kanwil Kemenag Sumbar. Kemenag selain menjalankan fungsi pendidikan juga menjalankan tugas pada fungsi keagamaan. Tercatat total 1.254 madrasah di Sumbar, dengan rincian RA (Raudatul Athfal) 440, MIN 165, MTs 425, dan MA (Madrasah Aliyah) 224, tersebar di 174 kecamatan seluruh Sumatera Barat. Lebih jauh, Kakanwil membeberkan capaian serta kinerja berdampak Kemenag melalui ekspos capaian Asta Protas, prestasi, dan inovasi. 

Selain mengerjakan rutinitas, Kanwil Kemenag Sumbar menggulirkan sejumlah program inovatif. Program Berani (Bedah Rumah Bina Penghuni) melalui Bidang Penaiszawa, serta Program Karena (Kamis Rezeki Nyata Antar Sesama) yang sudah terlaksana 28 kali Kamis dengan bantuan disalurkan kepada 114 keluarga penerima paket. Sedikitnya Rp23.076.440 telah didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan. "Ini sudah rutin dilakukan, dan ini dilakukan lintas agama. Seluruh ASN Kanwil Kemenag Sumbar kepada masyarakat," ujarnya.

Ada pula Program Catin Nampak (Nampak Berdampak) dan Geber MAS (Gerakan Bersih-Bersih Masjid) yang dimotori Bidang Urais. Bidang Pendidikan Madrasah menggulirkan transformasi digital Roblox STEM bagi guru dan siswa MA bekerja sama dengan Ruang Guru, program ngaji kurikulum, program satu pengawas minimal satu madrasah piloting KBC (Kurikulum Berbasis Cinta), serta rehabilitasi pasca bencana di madrasah dan ponpes sebanyak 45 lembaga.

Bidang Papkis dengan program LPQ Bersinar dan pesantren ramah anak, transformasi PKPPS menjadi SPS. Bimas Hindu dengan program Utsawa Dharma Gita untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami, menghafal, dan melantunkan Dharma Gita dengan baik dan benar. Tak ketinggalan Bimas Buddha dengan program Karma Bhakti membersihkan area Taman Makam Pahlawan Kusuma Negara. 

Di akhir arahan, Kakanwil membeberkan sejumlah prestasi penghargaan di Kemenag Sumbar. Enam penghargaan bagi guru di kompetisi internasional, 36 tingkat nasional, dan 84 untuk provinsi. Prestasi siswa madrasah Sumbar tahun 2026 tercatat 122 total juara 1, 89 juara 2, dan 80 tropi juara 3 dalam even nasional dan internasional. Termasuk 38 santri yang berlaga di tingkat internasional, 19 santri berhasil membawa gelar juara 1 hingga harapan 3.

Untuk data masjid dan mushala yang menerima bantuan pembangunan, rehabilitasi, dan operasional pasca bencana 2025 tercatat 13 masjid dan 16 mushala. Demikian pula untuk KUA terdampak bencana banjir ada 3 di Sumbar, 2 KUA Kabupaten Pesisir Selatan dan 1 KUA Ulakan Tapakis Padang Pariaman.

Ia mengharapkan pertemuan ini akan diberkahi Allah dan menjadi amal ibadah bagi semua pihak, serta berlanjut ke depannya. Kabid Urais Yosef Chairul menambahkan, terkait program di Bidang Urais, menyinggung soal program nikah massal tahun 2025 sebanyak 11 pasang dan tahun 2026 sebanyak 21 pasang yang digelar di Masjid Nurul Iman. 

Saat ini terdapat 68 jenis layanan di KUA yang penting untuk disosialisasikan. "Tahun ini juga digulirkan program Gas Nikah, artinya Gerakan Sadar Pencatatan Nikah, kerja sama dengan Komisi VIII DPR RI. Untuk Sumbar tahun ini dilaksanakan di Pesisir Selatan, Padang, dan Kota Sawahlunto. Ini perlu terus disosialisasikan kepada masyarakat," ujarnya.

Sementara Kabid Penmad Tan Gusli menyebut murid akan dilatih dengan Roblox dan pelatihan AI. Ini dalam bentuk menyikapi era kekinian. Dengan digitalisasi, program ini gratis dan dibiayai sepenuhnya oleh Ruang Guru. Selain itu, webinar transformasi asesmen pendidikan nasional 2026 dan Program Prioritas Presiden melalui PHTC untuk 35 lembaga di Sumbar. (vera)

Posting Komentar

0 Komentar





Selamat datang di Portal Berita, Media Online : www.tanamonews.com, atas nama Redaksi mengucapkan Terima kasih telah berkunjung.. tertanda: Owner and Founding : Indra Afriadi Sikumbang, S.H. Tanamo Sutan Sati dan Pemimpin Redaksi : Robby Octora Romanza