Tanamonews.com, Bukittinggi - Pemerintah Kota Bukittinggi menekankan komitmennya memperkuat kemitraan dengan pelaku usaha pariwisata saat membuka Musyawarah Cabang (Muscab) Badan Pimpinan Cabang (BPC) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bukittinggi periode 2026–2031, Kamis (17/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Balai Sidang Bung Hatta, Hotel Monopoli Bukittinggi, itu mengusung tema "Memperkuat Sinergi PHRI untuk Pariwisata Bukittinggi yang Berkualitas, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan." Muscab dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Wali Kota Bukittinggi Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Robby Novaldi, yang mewakili Wali Kota Bukittinggi.
Pembukaan ditandai dengan pemukulan alat musik tambua bersama. Dalam sambutannya, Robby mengatakan PHRI merupakan mitra strategis Pemerintah Kota Bukittinggi karena sektor pariwisata menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah. "Keberadaan PHRI merupakan mitra strategis dan stakeholder utama Kota Bukittinggi, karena Bukittinggi merupakan kota wisata. Kita selama ini telah bermitra dan akan terus bermitra dengan sektor pariwisata," kata Robby.
Ketua _Organizing Committee_ (OC) Muscab, Desy Azulmi, mengatakan kegiatan tersebut dihadiri sekitar 85 peserta dan undangan yang terdiri atas pengurus DPD PHRI Sumatera Barat, pengurus BPC PHRI Bukittinggi, serta utusan resmi dari 37 usaha hotel dan restoran anggota BPC PHRI Bukittinggi. Menurut Desy, keanggotaan tersebut tidak hanya merepresentasikan jumlah pelaku usaha, tetapi juga berkaitan dengan investasi, lapangan kerja, serta aktivitas ekonomi yang menjadi bagian dari sektor perhotelan dan restoran di Kota Bukittinggi.
Ketua DPD PHRI Sumatera Barat, Rina Pangeran, dalam sambutannya mengajak para pemilik hak suara mendengarkan visi dan misi dua calon Ketua BPC PHRI Bukittinggi periode 2026–2031. Ia juga menekankan pentingnya penguatan basis data organisasi agar PHRI dapat menjalankan fungsi sebagai wadah pelaku usaha sekaligus mitra strategis pemerintah dalam pembangunan kepariwisataan. Rina menyebut, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat sekitar 150 usaha akomodasi di Kota Bukittinggi, sementara 34 di antaranya tercatat sebagai anggota PHRI.
Menurutnya, organisasi perlu memiliki data yang kuat agar dapat berperan lebih optimal dalam memperjuangkan kepentingan anggotanya. Sementara itu, Ketua _Steering Committee_ (SC) Muscab, Agus Sasimintarso, mengatakan pemilihan Ketua BPC PHRI Bukittinggi periode 2026–2031 diikuti dua kandidat, yakni H. Taufik Hidayat yang merupakan ketua petahana dan Rama Gusriyanto. "Tentu suara pemilih akan terpecah dua setelah para kandidat menyampaikan visi dan misi mereka," kata Agus.
Selain dihadiri jajaran pengurus PHRI, Muscab juga dihadiri Kapolres Bukittinggi Kombes Pol. Ruly Indra Wijayanto, Danramil 01 Bukittinggi Mayor Inf. Karyanto yang mewakili Dandim, serta sejumlah tamu undangan lainnya. Ketua DPD PHRI Sumatera Barat Rina Pangeran menyampaikan sambutan pada Muscab BPC PHRI Bukittinggi yang juga mengagendakan pemilihan ketua periode 2026–2031. (Dina)







0 Komentar