Tanamonews.com, Dharmasraya – Merespons pemburukan kualitas udara akibat kabut asap yang kian pekat, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya mengambil langkah taktis. Puluhan ribu masker medis langsung didistribusikan secara masif kepada masyarakat dan tersebar sangat merata seantero Dharmasraya hingga ke tingkat kecamatan dan nagari, Kamis (8/10/2026).
Aksi cepat tanggap ini merupakan kelanjutan dari penyerahan bantuan 50.000 masker oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, kepada Pemkab Dharmasraya di Pulau Punjung pada Rabu malam (7/10/2026). Bantuan besar ini berhasil mendarat cepat di Dharmasraya berkat hasil komunikasi intensif yang dilakukan oleh Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, demi keselamatan warga dari ancaman polusi udara.
Mewakili Bupati, Asisten Pemerintahan dan Kesra H. Catur Eby memimpin jalannya distribusi utama di lapangan. Demi memastikan perlindungan kesehatan menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara merata di berbagai pelosok, gerakan ini pun langsung bersambut masif di tingkat wilayah bawah. Salah satunya digerakkan oleh jajaran Puskesmas Timpeh, Camat Timpeh, bersama Wali Nagari Tabek yang bergotong royong membagikan masker langsung ke masyarakat.
ISPU Tembus Angka 138: Rilis Resmi Kominfo Dharmasraya
Kondisi udara di ranah Dharmasraya memang berada di ambang mengkhawatirkan. Berdasarkan data real-time akun resmi Dinas Kominfo Dharmasraya per Kamis (8/10/2026) pukul 04.00 WIB, kualitas udara di Kabupaten Dharmasraya telah menembus angka 138 dengan kategori TIDAK SEHAT.
Menyikapi status darurat udara ini, Kepala Dinas Kominfo Dharmasraya, Martin Efendi, menyampaikan bahwa pemerintah daerah secara resmi memperpanjang kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi jenjang PAUD hingga SMP. "Pembelajaran tatap muka akan dimulai kembali apabila kualitas udara mulai membaik setelah dilakukan evaluasi nantinya," ujar Martin Efendi dalam rilis resminya.
Sasar Jalur Utama dan Kelompok Rentan
Sejak pagi hari, petugas gabungan lintas instansi telah bersiaga di sepanjang koridor utama, mulai dari Simpang Empat Sikabau hingga Simpang Siguntur, serta wilayah rawan di Kecamatan Timpeh. Distribusi ini melibatkan sinergi kuat antara Dinas Kesehatan, BPBD, Dinas Perhubungan, Satpol PP, jajaran kecamatan, nagari, hingga petugas Puskesmas setempat.
"Masker ini kami prioritaskan untuk kelompok yang paling rentan terhadap paparan polusi udara. Mulai dari ibu hamil, balita, anak-anak, lansia, hingga masyarakat yang memang tuntutan pekerjaannya harus berada di luar ruangan," ujar H. Catur Eby di sela-sela penyerahan masker. Langkah preventif ini diambil demi menekan angka risiko penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang rawan melonjak saat situasi udara memburuk.
Asap Kiriman, Nihil Hotspot Lokal
Berdasarkan hasil pantauan berkala yang dirilis pihak Kominfo dan BPBD Dharmasraya, pekatnya kabut asap yang menyelimuti wilayah Dharmasraya beberapa hari terakhir diduga kuat berasal dari kiriman wilayah tetangga. Pihak pemkab menegaskan bahwa sejak 23 September 2026, nihil titik api atau hotspot lokal di seluruh wilayah Kabupaten Dharmasraya. Kabut tebal ini murni merupakan dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dari beberapa provinsi tetangga seperti Jambi hingga Sumatera Selatan.
Apresiasi dari Masyarakat
Aksi nyata di lapangan ini langsung mendapat respons positif dan apresiasi tinggi dari warga. Riyan, salah seorang warga asal Timpeh yang kebetulan melintas di area pembagian, mengaku sangat terbantu dengan kepedulian yang ditunjukkan oleh jajaran pemerintah daerah.
“Kami sangat berterima kasih kepada Ibu Bupati Annisa,Uda Wagub Vasco, Pemkab Dharmasraya, dan Pak Catur Eby yang langsung turun tangan membagikan masker ke jalan. Sejak beberapa hari terakhir tenggorokan mulai terasa tidak nyaman karena kabut asapnya cukup pekat. Bantuan masker ini sangat berarti bagi kesehatan kami yang harus tetap beraktivitas di luar,” ungkap Riyan.
Penulis : Dimetri Robby







0 Komentar