Tanamonews.com – Anggota DPR RI, Hj. Lisda Hendrajoni, menjenguk Gustia Permata Sari, atlet paralayang asal Kabupaten Pesisir Selatan yang mengalami kecelakaan saat bertanding pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIV Sumatera Barat di Kota Solok.
Dalam kunjungan yang berlangsung pada Minggu (11/10/2026) tersebut, Lisda Hendrajoni didampingi Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Pesisir Selatan, Ronald Bernando.
Kunjungan tersebut merupakan bentuk perhatian terhadap kondisi atlet yang tengah menjalani perawatan medis setelah mengalami crash landing atau pendaratan keras saat mengikuti pertandingan paralayang.
Akibat insiden tersebut, Gustia Permata Sari mengalami cedera pada bagian lengan yang memerlukan tindakan reposisi serta penanganan lanjutan berupa operasi di Rumah Sakit Siti Rahmah, Kota Padang.
Di tengah proses perawatan tersebut, kabar baik datang terkait pembiayaan pengobatan Gustia. Seluruh biaya penanganan medis akibat kecelakaan saat bertanding itu ditanggung melalui program perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.
Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan tersebut sebelumnya telah difasilitasi melalui bantuan pembiayaan pendaftaran oleh Lisda Hendrajoni bagi atlet dan ofisial kontingen Kabupaten Pesisir Selatan yang mengikuti Porprov XIV Sumatera Barat.
Dengan adanya perlindungan jaminan sosial tersebut, Gustia dapat memperoleh penanganan medis sesuai ketentuan program BPJS Ketenagakerjaan tanpa harus menanggung sendiri biaya pengobatan yang dijamin.
Lisda Hendrajoni menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang menimpa Gustia. Ia berharap proses operasi dan pemulihan atlet tersebut berjalan lancar sehingga dapat kembali beraktivitas seperti sediakala.
“Kami tentu sangat prihatin atas musibah yang dialami Gustia. Semoga seluruh proses penanganan medis berjalan lancar dan Gustia segera diberikan kesembuhan. Yang terpenting saat ini adalah kesehatannya dan bagaimana proses pemulihan dapat berjalan dengan baik,” ujar Lisda.
Menurut Lisda, perlindungan jaminan sosial bagi atlet merupakan kebutuhan penting, terutama bagi mereka yang mengikuti cabang olahraga dengan tingkat risiko cedera cukup tinggi.
“Sejak awal kita ingin memastikan seluruh atlet yang berjuang membawa nama baik Pesisir Selatan memiliki perlindungan jaminan sosial. Kita tentu tidak menginginkan adanya kecelakaan, tetapi ketika musibah terjadi, setidaknya atlet dan keluarganya tidak lagi dibebani persoalan biaya pengobatan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Disparbudpora Pesisir Selatan, Ronald Bernando, turut memberikan dukungan moral kepada Gustia yang tengah menjalani perawatan. Kehadirannya bersama Lisda merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kondisi atlet yang mengalami musibah saat mengikuti pertandingan.
Peristiwa tersebut sekaligus menjadi pengingat pentingnya kesiapan perlindungan keselamatan dan jaminan sosial bagi atlet yang membawa nama daerah dalam berbagai ajang olahraga.
Lisda juga memberikan semangat kepada Gustia agar tetap kuat dan optimistis dalam menghadapi proses pengobatan. Menurutnya, perjuangan seorang atlet tidak hanya diukur dari medali yang berhasil diraih, tetapi juga keberanian, kedisiplinan, dan pengorbanan dalam membela daerah.
“Menjadi atlet adalah sebuah pengabdian dan kebanggaan. Gustia sudah menunjukkan semangat perjuangannya untuk daerah. Sekarang fokuslah pada kesembuhan, jangan memikirkan hal lain terlebih dahulu,” pesannya.
Selain memberikan dukungan moral, Lisda berharap keluarga Gustia tetap diberikan kekuatan dan ketabahan selama mendampingi proses perawatan hingga pemulihan selesai.
Ia juga mengingatkan pentingnya perhatian terhadap aspek keselamatan dalam penyelenggaraan pertandingan olahraga, terutama pada cabang olahraga paralayang yang membutuhkan kesiapan teknis, kondisi cuaca, serta dukungan penanganan medis.
“Prestasi tentu menjadi harapan kita bersama. Namun, keselamatan dan kesehatan atlet harus tetap menjadi prioritas utama. Atlet adalah aset berharga daerah yang harus kita jaga dan lindungi,” tambahnya.
Peristiwa yang dialami Gustia Permata Sari menjadi bukti pentingnya perlindungan jaminan sosial bagi atlet. Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan yang telah disiapkan sebelum pertandingan kini memberikan manfaat nyata ketika salah seorang atlet Pesisir Selatan mengalami kecelakaan.
Melalui perlindungan tersebut, diharapkan Gustia dapat menjalani seluruh tahapan pengobatan dan pemulihan secara optimal, sekaligus kembali bangkit untuk melanjutkan kiprahnya di dunia olahraga paralayang. (Bee)







0 Komentar