Tanamonews.com, Dharmasraya – Kepemimpinan di masa krisis bukan sekadar soal retorika, melainkan tentang ketepatan mengambil keputusan dan kecepatan mengeksekusi solusi di lapangan. Filosofi aksi nyata inilah yang tengah dipertontonkan secara gamblang oleh Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani.
Menghadapi eskalasi kabut asap kiriman karhutla yang memicu lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) hingga 30 persen, ia bergerak taktis merombak birokrasi pelayanan kesehatan menjadi sebuah sistem respons darurat yang inklusif, responsif, dan humanis. Langkah paling berani dan progresif yang diambil oleh Annisa adalah menggratiskan total seluruh biaya pengobatan ISPA bagi warga Kabupaten Dharmasraya. Menembus batas sekat birokrasi, kebijakan ini berlaku mutlak bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk bagi warga yang tidak memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan.
Kebijakan pembebasan biaya yang mencakup pemeriksaan medis, penyediaan obat-obatan, hingga skema rujukan ke rumah sakit ini resmi diberlakukan selama satu bulan penuh, terhitung sejak 19 Oktober hingga 19 November 2026. “Yang non-BPJS juga kita gratiskan pengobatannya. Kita coba satu bulan sampai 19 November,” tegas Annisa dengan nada lugas saat memimpin rapat taktis bersama jajaran elit kesehatan Dharmasraya di Puskesmas Koto Baru, Sabtu (17/10/2026). Pemilihan Puskesmas Koto Baru sebagai episentrum koordinasi penanggulangan dampak kabut asap ini disambut hangat oleh internal nakes setempat.
Pihak puskesmas menyampaikan apresiasi mendalam karena momentum tersebut menjadi lecutan motivasi besar bagi seluruh tenaga medis untuk berjibaku memberikan layanan kesehatan terbaik tanpa celah bagi masyarakat. Rapat krusial itu dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Hj. Yosta Defina, Direktur RSUD Sungai Rumbai dr. Sujito, Direktur RSUD Sungai Dareh dr. Fitra Neza, serta seluruh (15) Kepala Puskesmas se-Kabupaten Dharmasraya. Konsolidasi total ini dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh instrumen kesehatan daerah bergerak dalam satu frekuensi yang sama: menyelamatkan kesehatan publik.
Strategi "Jemput Bola" dan Reorientasi Pelayanan Dasar
Sadar bahwa angka lonjakan 30 persen di atas kertas bisa jadi merupakan fenomena gunung es akibat keengganan warga berobat karena faktor biaya, Bupati Annisa langsung menerapkan strategi ofensif melalui pelayanan "jemput bola". Mulai Senin (19/10/2026), armada tenaga kesehatan (nakes) bersama para kader dikerahkan secara masif mendatangi dari rumah ke rumah (door-to-door).
Mereka melakukan skrining awal, wawancara gejala klinis, hingga pemeriksaan tanda-tanda vital secara berkala. Jika ditemukan warga yang terindikasi bergejala ISPA, para nakes akan langsung mengarahkan mereka ke fasilitas kesehatan terdekat, seperti Puskesmas Pembantu (Pustu) atau Pos Kesehatan Nagari (Poskesri).
Tidak berhenti di situ, Annisa juga mereorientasi jam kerja para klinisi. Ia menginstruksikan minimal separuh dari dokter yang bertugas di Puskesmas wajib turun melayani masyarakat di Pustu secara bergiliran tanpa mengorbankan pelayanan rutin sehari-hari. Sebuah langkah manajerial yang cerdas demi mendekatkan akses medis langsung ke jantung pemukiman warga.
Garda Preventif: Edukasi, Skrining Daerah Terpencil, dan Proteksi Internal Nakes
Di balik kebijakan kuratif pengobatan gratis, Bupati Annisa menekankan bahwa pilar preventif dan promotif harus berjalan seimbang. Dalam arahannya, srikandi pemimpin Dharmasraya ini menginstruksikan seluruh jajaran puskesmas untuk mengintensifkan edukasi kesehatan secara masif mengenai dampak buruk kabut asap.
Fokus kunjungan rumah diarahkan untuk melakukan pemantauan ketat serta skrining dini pada kelompok masyarakat rentan dan mereka yang berdomisili di kawasan terisolasi atau jauh dari akses layanan kesehatan primer. Menariknya, Annisa tidak hanya memikirkan keselamatan warga, tetapi juga menunjukkan empati mendalam pada keselamatan para nakes yang bertugas di lapangan. Secara khusus, ia berpesan agar para pejuang kesehatan ini tetap menjaga imunitas pribadi dengan rutin mengonsumsi vitamin dan mencukupi kebutuhan air putih selama bertugas di tengah kepungan asap.
Investigasi Lapangan: Menjaring Aspirasi dan Mengakar di Puskesmas se-Dharmasraya
Gerakan taktis Annisa bukan sekadar instruksi steril dari balik meja kerja. Penelusuran rekam jejak lapangan menunjukkan bupati visioner ini secara aktif melakukan aksi turun ke bawah (blusukan), melakukan inspeksi mendadak, serta pemantauan langsung ke garis depan pertahanan kesehatan masyarakat.
Pada Jumat (16/10/2026), sehari sebelum rapat konsolidasi di Koto Baru, Annisa bersama Kapolres Dharmasraya dan Kadinkes Yosta Defina melawat ke wilayah Timpeh. Kunjungan ini membawa misi ganda yang strategis: memantau langsung penanggulangan kasus ISPA di akar rumput sekaligus meninjau perencanaan lokasi pembangunan gedung baru Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Timpeh. Ini menunjukkan komitmen jangka panjang Annisa bahwa penguatan infrastruktur vital tidak boleh melambat sedikit pun, bahkan di tengah kepungan kabut asap.
Denyut nadi kepemimpinan Annisa yang dialogis dan mengayomi ini memantik gelombang apresiasi serta optimisme tinggi dari para praktisi kesehatan di berbagai wilayah. Di Puskesmas Sungai Rumbai, kehadiran sang Bupati meninggalkan kesan mendalam karena ia memilih untuk duduk bersama dan mendengar langsung keluh kesah serta dinamika yang dihadapi para nakes di lapangan. Langkah inklusif ini dinilai membawa harapan baru dan solusi nyata bagi peningkatan mutu pelayanan kesehatan masyarakat bawah. Dukungan sinergis dari Kepala Dinas Kesehatan Hj. Yosta Defina beserta jajaran dinilai menjadi jangkar penguat bagi operasional nakes di lapangan.
Pesan pengayoman yang kuat ini juga bergaung kencang di belahan Dharmasraya lainnya. Puskesmas Padang Laweh secara terbuka menyatakan rasa terima kasih atas limpahan dukungan (support) masif yang diberikan jajaran Pemkab kepada seluruh jajaran puskesmas. Bagi mereka, kehadiran konkrit Annisa di lapangan merupakan manifestasi sejati dari kehadiran figur pemimpin yang mengayomi, yang secara konsisten berorientasi pada upaya mendekatkan dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan langsung ke hadapan masyarakat.
Suntikan moral (moral booster) yang serupa juga dirasakan secara masif oleh seluruh elemen di Puskesmas Silago. Kehadiran Annisa di tengah krisis kabut asap ini diakui sebagai bukti nyata hadirnya seorang pemimpin yang peduli. Melalui pernyataan resminya, mereka menegaskan bahwa arahan dan perhatian langsung dari Bupati menjadi motivasi besar bagi seluruh Puskesmas untuk terus berbenah, memperkuat jangkauan pelayanan, serta memastikan layanan kesehatan yang berkualitas hadir merata dan semakin dekat dengan masyarakat Dharmasraya.
Di tengah status siaga bencana ini, Dharmasraya beruntung memiliki nakhoda yang tanggap. Lewat gerakan taktis pengerahan 15 puskesmas untuk pembagian puluhan ribu masker gratis kepada pelajar dan warga, serta benteng proteksi jaminan kesehatan gratis total, Bupati Annisa Suci Ramadhani telah menetapkan standar baru kepemimpinan transformatif: protektif, responsif, dan berorientasi sepenuhnya pada keselamatan rakyat.
Penulis :Dimetri Robby







0 Komentar