Tanamonews.com - Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyosialisasikan program nasional Manajemen Talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam apel gabungan yang diikuti seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kota Bukittinggi, di Halaman Balai Kota, Rabu (4/11/2026).
Dalam arahannya, Ramlan menjelaskan, Manajemen Talenta ASN merupakan sistem pengelolaan karier pegawai yang meliputi tahapan akuisisi, pengembangan, retensi dan penempatan talenta berdasarkan potensi serta kinerja untuk memenuhi kebutuhan organisasi pemerintahan. Menurutnya, penerapan sistem ini bertujuan menemukan dan mempersiapkan ASN terbaik untuk mengisi posisi strategis serta menjadi calon pemimpin masa depan.
Selain itu, manajemen talenta diharapkan mampu mendorong peningkatan profesionalisme, kompetensi dan kinerja ASN, sekaligus memberikan kejelasan dan kepastian dalam pengembangan karier. Sistem tersebut juga menggunakan pemetaan sembilan kategori atau Nine Box Talent Management, yang mengelompokkan ASN berdasarkan tingkat potensi dan kinerja sebagai dasar pengembangan karier serta pengisian jabatan.
Ramlan mengungkapkan, dari total 3.721 ASN di lingkungan Pemerintah Kota Bukittinggi, sebanyak 739 orang telah mengikuti profiling atau pemetaan potensi dan kinerja. Jumlah tersebut terdiri dari 28 pejabat pimpinan tinggi pratama, 110 pejabat administrator, 228 pejabat pengawas, 109 pejabat fungsional dan 164 pelaksana. Pemko Bukittinggi juga merencanakan penambahan sekitar 100 ASN untuk mengikuti profiling pada tahap berikutnya. Ia menjelaskan, ASN yang berada pada kotak 7, 8 dan 9 dapat dipertimbangkan dalam penyusunan rencana suksesi sesuai rumpun jabatan.
Namun, proses tersebut tetap harus melalui tahapan seleksi dan uji kompetensi teknis. Untuk mendukung penerapan program ini, Pemko Bukittinggi juga melibatkan Komite Talenta yang terdiri dari Sekretaris Daerah, Asisten I, Asisten III, Kepala BKPSDM dan Inspektorat. Komite tersebut bertugas memberikan kajian dan rekomendasi sebagai bahan pertimbangan Wali Kota selaku Pejabat Pembina Kepegawaian dalam pengambilan keputusan terkait pengangkatan maupun pemindahan ASN.
Wali Kota menegaskan, manajemen talenta bukan sekadar pendataan dan penggunaan aplikasi, tetapi harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas birokrasi. Ia meminta seluruh ASN bekerja profesional, memiliki target kerja yang jelas, bertanggung jawab terhadap hasil pekerjaan serta terus meningkatkan kompetensi melalui pendidikan, pelatihan dan pengalaman jabatan.
Melalui penerapan Manajemen Talenta ASN, Pemerintah Kota Bukittinggi berharap dapat membangun basis data talenta yang akurat, menyiapkan calon pemimpin masa depan, serta menempatkan aparatur sesuai kompetensi dan kebutuhan organisasi. Upaya ini diharapkan mampu mewujudkan birokrasi yang profesional, kompeten dan berintegritas, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat. (Vj)







0 Komentar