Pembangkit Batu Bara Bakal Dikonversi ke Energi Terbarukan - Tanamonews.com
  • Breaking News

    Pembangkit Batu Bara Bakal Dikonversi ke Energi Terbarukan

    Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif fokus mengembangkan dan menerapkan energi terbarukan dalam pembangkit listrik. PLN diminta mengganti pembangkil listrik tenaga uap (PLTU) dengan bahan baku batu bara ke energi terbarukan.


    Tanamonews.com | Berdasakan data Kementerian ESDM yang dikutip, Jumat, 31 Januari 2020, total PLTU PLN yang usianya di atas 20 tahun sebanyak 23 unit dengan total kapasitas terpasang sebesar 5.655 MW. PLTU tersebut tersebar di tujuh provinsi.

    Di antaranya satu di Sumatera utara dengan kapasitas 65 MW, dua pembangkit di Sumatera Barat dengan kapasitas 200 MW, empat di Sumatera Selatan dengan kapasitas 260 MW, tujuh di Banten dengan kapasitas 3.400 MW, satu di Jawa Tengah dengan kapasitas 200 MW, enam di Jawa Timur dengan kapasitas 1.400 MW, dan dua di Kalimantan Selatan dengan kapasitas 130 MW.

    Selain PLTU ada juga pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) di atas 20 tahun sebanyak 46 unit dengan kapasitas terpasang 5.912,17 MW. PLTU tersebut terletak di lima provinsi di antaranya lima di Sumatera Utara dengan kapasitas 689,08 MW, 14 di DKI dengan kapasitas 2.088,58 MW, delapan di Jawa Tengah dengan kapasitas 1.033,90 MW,16 di Jawa Timur dengan kapasitas 2.040,61 MW dan tiga di Kalimantan Timur dengan kapasitas 60 MW.

    Pemerintah juga telah melarang pemberian izin baru pembangunan PLTU di Jawa. Diharapkan dengan pengembangan energi terbarukan, banyak investor yang berminat untuk masuk di proyek kelistrikan di Tanah Air. Sebab pendanaan internasional kini punya concern untuk tidak mau lagi mendanai proyek-proyek pembangkit dari fosil, termasuk batu bara.

    "Ini peluang investasi masuk baik dengan menawarkan teknologi yang memanfaatkan EBT yang akan lebih kita utamakan ke depannya. Untuk fosil di Jawa tidak akan kita tambah, kita tidak akan keluarkan izin baru untuk pembangkit batu bara," kata Arifin.

    Sementara itu, Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan perseroan saat ini tengah mengkaji arahan Menteri ESDM untuk mengkonversi pembangkit batu bara ke energi terbarukan. Zulkifli menyebut PLN ikut berkomitmen dalam menyiapkan dan meningkatkan porsi energi terbarukan baik dari air, angin, surya dan panas bumi untuk menuju 23 persen di 2025.

    "Itu sedang di-review terkait energi terbarukan, kita mendapat mandat untuk menaikkan porsi energi terbarukan dari 12 persen ke 23 persen di 2025," jelas Zulkifli. (1n.hms-sumbar)


    Tidak ada komentar

    Selamat datang di Portal Berita www.tanamonews.com : Legalitas perusahaan media SIUP. No. SK 0075/03.07/MK/SIUP/V/2017-TDP. No. : 03.07.3.58.05437-IG. No. SK : 1078/IG-NI/DPMPTSP/V/2017 - NPWP. Badan : S-4488KT/WPJ.27/KP.0403/2017 - Diskominfo : 555.166/Diskominfo/IV-2017-Surat Domisili : 470/44/APK-IV/2017. Bank Nagari : 2100.0210.45535-821039217 dan BRI : 5466-01-017035-53-8 a/n Pt. Tanamo Media Inter Pers, atas nama segenap redaksi dan Pimpinan Pt. Tanamo Media Inter Pers, mengucapkan Terima kasih telah berkunjung.. tertanda: Owner, Pendiri dan Direksi : Indra Afriadi dan Pemimpin Redaksi : Robby Octora Romanza