Ticker

6/recent/ticker-posts

Pacu Kuda Hidup Kembali, Wako Padang : Kuda Tidak Lagi Sekadar Penarik Bendi

PADANG, TANAMO - SUMBAR | Pacu kuda sempat mati suri di Kota Padang. Puluhan tahun lamanya. Bahkan lintasan pacuan kuda di kawasan Lanud Sutan Syahrir sudah merimba. 

Pacu kuda di Kota Padang terakhir kali digelar di Lintasan Berkuda Marshalling Area Kawasan Tangguh Bencana dan Aero Sport Center Lanud Sutan Syahrir Padang sekitar 20 tahun silam. Saat itu, animo masyarakat cukup tinggi. Stadion penuh sesak jika pacu kuda digelar. 

Sabtu (10/4/2021), akhirnya pacu kuda ditabuh kembali. Pacu Kuda Uji Coba Penerapan Protokol Covid-19 digelar di Lintasan Berkuda Marshalling Area Kawasan Tangguh Bencana dan Aero Sport Center Lanud Sutan Syahrir Padang. 

Kegiatan yang dilaksanakan tanpa penonton dan dapat disaksikan secara streaming ini dimulai pukul 11.00 WIB. Puluhan kuda bertarung dalam rangka HUT TNI AU ke-75 Tahun. Kegiatan ini dibuka Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, dihadiri Wali Kota Padang, serta undangan lainnya. 

Kini, pacu kuda kembali bangkit dari tidur panjangnya. Pemko Padang bekerjasama dengan Pemprov Sumbar dan Lanud Sutan Syahrir menggagas kembali kegiatan ini. 

"Dengan digelar kembali pacu kuda ini, kita harapkan ke depan pemilik kuda akan ikut pacuan dan menggairahkan lomba pacu kuda. Jadi, kuda tidak lagi sekadar penarik bendi," kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Padang Mursalim Nafis mewakili Wali Kota Padang, Sabtu itu.

Diakuinya, sejak dulu Pemko Padang memang menginginkan bekas lintasan pacuan kuda yang pernah ada di Lanud Sutan Syahrir diaktifkan kembali. Sudah 20 tahun lebih lintasan ini tidak dipergunakan. Sudah jadi hutan dan semak belukar. 

"Alhamdulillah di masa Danlanud sekarang, Kolonel Penerbang Fahlevi, lintasan pacuan kuda tersebut dibuka kembali. Kami atas nama Pemerintah Kota Padang mengucapkan terima kasih dan apresiasi  kepada beliau dan jajaran atas upaya yang telah dilakukan, walaupun di masa pandemi," kata Kadispora. 

Ke depan dirinya berharap Danlanud tetap memfasilitasi agar lomba pacuan kuda ini dapat terus dilaksanakan. 

Selain itu, Pemerintah Kota Padang juga memberikan apresiasi kepada Ketua Pordasi Kota Padang dan Ketua Panitia Pelaksana dan seluruh jajaran yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. 

"Semoga kegiatan ini dapat memicu meningkatnya perekonomian masyarakat dan  kunjungan wisata ke Kota Padang," harap Mursalim. 

Sementara Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyambut baik dilaksanakannya pacu kuda ini. Menurutnya ini merupakan iven pacu kuda pertama di Indonesia yang dilaksanakan secara streaming tanpa dihadiri penonton. 

"Kita harapkan pacu kuda terus digelar bahkan menjadi iven nasional maupun internasional nantinya. Kita akan bersinergi dengan Pemerintah Kota Padang," ucap Mahyeldi. 

Terpisah, Ketua Panitia Pacu Kuda Uji Coba Penerapan Protokol Covid-19 Endrizal menyebut animo pemilik kuda untuk ikut serta cukup tinggi. Hingga akhir pendaftaran lomba, sebanyak 37 ekor kuda menyatakan kesiapannya. 

"Peserta tidak saja dari kabupaten / kota se-Sumbar, tetapi juga dari luar Sumbar," ujar Endrizal yang juga Asisten II Setdako Padang itu. 

Di antara sekian banyak kuda yang beradu cepat, terselip satu kuda milik Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah. Kuda milik Gubernur tersebut diberi nama Stoner dengan joki Jhoni Adrian. Kuda milik Gubernur bertarung dari gate 2. 

"Pacu kuda ini menerapkan protokol kesehatan ketat. Setiap yang masuk ke lokasi lomba ini harus telah di-swab," pungkas Asisten II.(In/*)

Posting Komentar

0 Komentar

"Upaya Pemprov Sumbar Membangkitkan Ekonomi dimasa Pandemi Covid-19"



Welcome to Thank's