Tanamonews.com - Padang | Pedagang Pasar Raya datangi DPRD Kota Padang dalam rangka mengadukan nasibnya karena takut toko mereka digembok. Pasalnya mereka tidak sanggup membayar retribusi.
Kedatangan pedagan pasar raya ini, ke DPRD Kota Padang untuk hearing dengan anggota dewan. Hearing itu dipimpin Ketua Komisi I DPRD Kota Padang Elly Thrisyanti, dihadiri oleh anggota DPRD Kota Padang lainnya, yaitu Budi Syahrial, Faisal Nasir, Delma Putra, Manufer Putra Firdaus.
Anggota DPRD Kota Padang dari Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Padang, Amran Tono bersuara lantang terkait dengan persoalan pedagang pemilik toko di Pasar Raya Padang ini.
"Kita hanya satu jalannya, bapak ibu harus bersatu, lakukan perlawanan. Bapak ibu membayar retribusi, tapi hak-hak bapak ibu terabaikan," ucap Amran Tono dengan tegas saat hearing DPRD Kota Padang dengan pedagang pemilik toko di Pasar Raya Kota Padang, Senin, 13 Desember 2021.
Ironisnya, ulas Amran Tono, akses jalan ke toko pedagang tertutup lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang memakan badan jalan, padahal itu melanggar aturan lalu lintas.
"Akses ke toko bapak ibu sudah tertutup oleh PKL. Kita tidak melarang orang mencari rezeki, tapi tentunya tidak mengambil badan jalan," terangnya.
Amran Tono dengan tegas menyatakan dirinya terdepan dalam memperjuangkan hak-hak pedagang bersama fraksi Partai Gerindra Kota Padang.
"Kami terdepan membela pedagang, tentunya bersama Fraksi Gerindra DPRD Kota Padang," ujar Amran dengan lantang.
Untuk itu, pedagang pemilik toko harus bersatu, datang ke DPRD Kota Padang, dan DPRD akan memanggil Wali Kota Padang membahas persoalan ini, sebutnya.
Pernyataan Amran Tono tersebut dijawab salah satu pedagang. Ia mengaku, pedagang sudah lama bersatu, tapi tidak memiliki keberanian untuk melakukan perlawanan.
"Lai basatu pak, tapi kami takut, tidak ada keberanian," celetuk salah seorang pedagang yang lain.
"Masa Rp1.500,- tidak terbayar per toko. Padahal, itu sudah murah, kasihan pula Pemko. Tapi karena tak ada jual beli, makanya tidak terbayar. Namun, PKL yang berjualan yang berjualan di depan toko mereka mampu membayar Rp50.000,- kepada tuan takur, karena mereka jual beli," pak, kata mereka.*






0 Komentar