Bukittinggi, Tanamo News - Kebijakan pemerintah pusat menaikkan harga BBM telah memicu kenaikan biaya angkutan umum dalam kota dan Andes juga tarif ojek online. Harga sembako di Kota Bukittinggi juga merangkak naik, sehingga menyumbang kenaikan inflasi.
Padahal, pada Agustus 2022 Kota Bukittinggi mengalami deflasi 0,91 persen, namun pada Oktober naik menjadi kota dengan inflasi tertinggi dari 90 kota di Indonesia
Menurut Wako Erman, penyumbang terbesar inflansi ini adalah Transportasi. Beberapa waktu yang lalu pihaknya sudah rapat dengan kepala-kepala dinas yang terkait untuk membahas formula apa yang tepat diterapkan untuk menekan laju Inflansi ini.
Dalam waktu dekat kita akan rumuskan berapa rupiah yang akan kita subsidi dan siapa yang akan kita subsidi, apakah sopir angkot atau penumpang atau pemilik angkot,” ungkap Erman
“Untuk kelanjutannya sudah saya tugaskan Isra untuk membahas teknis penyaluran, Target saya pertengahan bulan ini sudah terealisasi, Disamping itu sudah kami utus Badan Keuangan Daerah untuk ke Mendagri untuk mengkoordinasikan formula apa yang cocok untuk diterapkan,” terang Erman
Dari arahan Presiden, lanjut Erman, kalau ada Inflansi diperbolehkan mempergunakan Dana BTT, tapi pemerintah daerah harus mempunyai pegangan, (Landasan Hukum) Supaya dikemudian hari penyaluran ini tidak beresiko hukum yang dialami oleh ASN.(Dina)







0 Komentar