Tanamonews.com, Padang — Universitas Negeri Padang (UNP) kembali dipercaya oleh Eurasia Foundation Jepang untuk menyelenggarakan International Lecture Series Batch 3. Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama UNP dengan Eurasia Foundation dalam mengampanyekan kehidupan harmonis di tengah keberagaman.
Person in Charge (PIC) Eurasia UNP, Dr. Nofrion, M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa UNP terus menunjukkan peran strategis di kancah internasional melalui pelaksanaan International College. Program yang telah memasuki tahun ketiga ini menempatkan UNP sebagai salah satu dari lebih dari 500 lebih perguruan tinggi diseluruh dunia, sekaligus memperkuat posisi UNP di tingkat global. Ia menambahkan, kegiatan ini diikuti oleh 120 mahasiswa terpilih dari berbagai fakultas dengan kriteria akademik dan kemampuan bahasa yang memadai.
Program dilaksanakan dalam 7–8 sesi dengan menghadirkan narasumber nasional dan internasional secara luring dan daring. Melalui kegiatan ini, UNP mendorong penguatan wawasan global mahasiswa sekaligus mencetak generasi yang mampu menjadi agen perdamaian. Kuliah umum internasional tersebut menghadirkan Prof. Dr. Syihabuddin dari Universitas Pendidikan Indonesia dan Dr. rer. nat. Deski Beri, S.Si., M.Si., Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Hubungan Internasional UNP.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni UNP, Prof. Dr. Refnaldi, S.Pd., M.Litt., menyampaikan bahwa kegiatan bertema Harmony in Diversity atau Bhinneka Tunggal Ika ini menghadirkan 16 narasumber dari berbagai negara, seperti Indonesia, Jepang, Korea, dan Selandia Baru, yang membahas beragam perspektif mulai dari sosial hingga linguistik. Kegiatan ini juga memberikan kontribusi akademik melalui konversi nilai dan sertifikat.
Rektor UNP berharap kegiatan tersebut dapat berjalan lancar serta memperkaya wawasan dan perspektif global mahasiswa dalam menghadapi tantangan internasional. Pada sesi pertama, Prof. Syihabuddin memaparkan paradigma neurohumanistik dalam pendidikan melalui pendekatan CANA (Collaborative Activation for Nurturing Awareness). Ia menekankan pentingnya keseimbangan aspek kognitif, emosional, dan lingkungan kolaboratif dalam proses pembelajaran.
Sementara itu, pada sesi kedua, Dr. Deski Beri menyampaikan materi bertajuk Harmony in Diversity: Promoting Unity Through Understanding. Ia menegaskan bahwa keberagaman merupakan elemen penting dalam membangun masyarakat yang inklusif dan berdaya saing, serta menjadi sumber inovasi dan kolaborasi. Namun, tantangan seperti prasangka, kesenjangan kebijakan, hambatan bahasa, dan distribusi sumber daya masih perlu diatasi untuk mewujudkan harmoni sosial. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Universitas, para dekan fakultas, Direktur Akademik, serta pimpinan unit kerja di lingkungan UNP.







0 Komentar