PIMRED : ROBBY OCTORA ROMANZA (WARTAWAN UTAMA)

6/recent/ticker-posts
"SEBAR LUASKAN INFORMASI KEGIATAN DAN PROMOSI USAHA ANDA DISINI"

Atasi Krisis Dokter Spesialis di RSUD Sungai Dareh, Bupati Annisa Suci Ramadhani Lobi Kemenkes"

Tanamonew.com, Dharmasraya – Manajemen RSUD Sungai Dareh bergerak cepat merespons keluhan masyarakat terkait antrean pelayanan yang sempat viral dan dimuat oleh sejumlah media nasional pada Rabu (13/05/2026).

Dikutip dari keterangan resmi di akun media sosial RSUD Sungai Dareh, Direktur RSUD Sungai Dareh, dr. Fitra Neza, M.Kes, menyampaikan permohonan maaf yang mendalam sekaligus memberikan klarifikasi utuh mengenai kondisi riil di lapangan.

Sebagai informasi, pada hari kejadian, Tim Ombudsman Republik Indonesia sebenarnya tengah membuka gerai pengaduan sekaligus melakukan peninjauan langsung ke sejumlah poliklinik sekitar pukul 09.30 WIB untuk memantau pelayanan.

Dokter Prioritaskan Pasien Darurat dan Rawat Inap

Menanggapi sorotan terkait belum standbainya dokter spesialis di poliklinik saat disidak Ombudsman, dr. Fitra Neza meluruskan bahwa para dokter sudah berada di rumah sakit, namun sedang menangani pasien lain yang sifatnya jauh lebih darurat.

Di Poli Anak misalnya, dokter spesialis saat itu harus mendahulukan visite (pemeriksaan) kritis di ruang perawatan anak dan ruang perinatologi. Begitu pula di Poli Kebidanan dan Kandungan (Obgyn), di mana dokter yang bersangkutan sedang berjibaku menyelamatkan pasien darurat di IGD PONED.

"Kondisi tersebut bukan karena dokter belum berada di rumah sakit, melainkan karena mereka sedang melaksanakan tugas pelayanan lain yang juga bersifat prioritas tinggi terhadap pasien," tegas dr. Fitra Neza dalam keterangannya.

Dokter Poli Gigi Kena Teguran Keras

Meski sebagian besar dokter sedang menangani pasien darurat, manajemen tidak menoleransi tindakan indisipliner. Terkait kosongnya Poli Gigi karena dokter meninggalkan ruangan untuk sarapan, pihak RSUD langsung menjatuhkan sanksi.

"Untuk dokter di Poli Gigi sudah kami berikan teguran keras. Yang bersangkutan keluar dari poliklinik tanpa izin dan jelas menyalahi SOP pelayanan kita," lanjut Dirut dengan tegas.

Dipicu Lonjakan Pasien: Kamar Rawat Inap Penuh

Faktor lain yang memicu antrean adalah penuhnya ruang rawat inap dalam beberapa hari terakhir. Efeknya, sejumlah pasien terpaksa transit dan dirawat sementara di ruang intermediate dekat IGD.

Kondisi overload ini memaksa Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) mempercepat visite rawat inap di pagi hari. Tujuannya agar pasien yang sudah sembuh bisa segera dipulangkan, sehingga tempat tidur kosong bisa langsung digunakan untuk mengurai penumpukan pasien di IGD.

Bupati Dharmasraya Jemput Bola ke Kemenkes

Pihak rumah sakit mengakui keterbatasan jumlah dokter spesialis masih menjadi tantangan besar bagi RSUD Sungai Dareh yang kini berkembang menjadi rumah sakit rujukan utama di Dharmasraya.

Untuk mengatasi hal ini, Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, dilaporkan telah bergerak aktif melakukan diplomasi ke tingkat pusat. Bupati telah beberapa kali menemui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) guna memperjuangkan tambahan formasi dokter spesialis.

"Ibu Bupati sudah berupaya maksimal dan menjemput bola ke Kemenkes. Kami memohon doa dan dukungan masyarakat agar kebutuhan dokter spesialis ini segera terpenuhi demi pelayanan yang semakin prima," pungkas dr. Fitra Neza. Penulis : DP Mandaro Malin

Posting Komentar

0 Komentar





Selamat datang di Portal Berita, Media Online : www.tanamonews.com, atas nama Redaksi mengucapkan Terima kasih telah berkunjung.. tertanda: Owner and Founding : Indra Afriadi Sikumbang, S.H. Tanamo Sutan Sati dan Pemimpin Redaksi : Robby Octora Romanza