Tanamonews.com — Asap tipis mengepul dari tungku sederhana berbahan kayu bakar di sudut dapur sementara rumah Rusmiah. Di sanalah, setiap hari, ia meracik hidangan hangat untuk para pekerja yang tengah membangun rumahnya melalui program RTLH dalam TMMD Reguler ke-128 Kodim 0702/Purbalingga.
Bukan dapur mewah, bukan pula peralatan lengkap, namun dari tempat sederhana itu, lahir semangat yang menguatkan proses pembangunan. Rusmiah sadar, tenaganya tak lagi cukup untuk ikut mengangkat material atau mencampur adukan. Namun ia tak ingin hanya menjadi penonton. Dengan caranya sendiri, ia memilih terlibat, menyuguhkan makanan dan minuman agar para pekerja tetap berenergi dan merasa dihargai. “Tenaga saya mungkin tidak banyak membantu, tapi saya ingin mereka tetap semangat. Biar kerjanya juga terasa ringan dan semua bisa ikut senang,” tuturnya lirih, Rabu (6/5/2026).
Setiap sajian yang ia hidangkan bukan sekadar pengisi perut. Ada ketulusan di dalamnya. Ada rasa terima kasih yang tak selalu terucap, namun terasa dalam setiap suapan. Bagi para pekerja, kehadiran Rusmiah dan hidangannya menjadi penyemangat tersendiri di tengah padatnya pekerjaan. Di sela aktivitasnya, pandangan Rusmiah kerap tertuju pada bangunan rumah yang kini perlahan berdiri. Dinding yang mulai kokoh, atap yang mulai terbentuk, semua seperti menjawab penantian panjang yang ia simpan selama bertahun-tahun.
Tak jarang, senyum tipis terukir di wajahnya. Sebuah ekspresi yang menyimpan rasa haru sekaligus bahagia. “Sudah tujuh tahun saya menunggu punya rumah yang layak. Tidak menyangka sekarang bisa terwujud seperti ini,” ujarnya dengan mata yang sedikit berkaca. Program RTLH TMMD tak hanya menghadirkan perubahan fisik berupa rumah yang lebih layak huni. Lebih dari itu, ia menghadirkan harapan, memulihkan keyakinan, dan mempererat hubungan antara warga dan para pelaksana di lapangan.
Apa yang dilakukan Rusmiah menjadi gambaran bahwa kontribusi dalam pembangunan tidak selalu harus dalam bentuk tenaga besar. Dari tungku sederhana, ia menunjukkan bahwa kepedulian sekecil apa pun dapat menjadi energi besar bagi keberhasilan bersama. Dan ketika rumah itu nanti benar-benar berdiri sempurna, bukan hanya dinding dan atap yang menjadi saksi. Tetapi juga cerita tentang ketulusan, tentang perjuangan, dan tentang mimpi yang akhirnya menemukan jalannya pulang.







0 Komentar