Tanamonews.com, Dharmasraya – Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, menaruh perhatian besar terhadap bangkitnya sepak bola berbasis kemasyarakatan di ranah Cati Nan Tigo. Melalui program unggulan yang digagasnya bersama Wakil Bupati Leli Arni, perhelatan Dharmasraya Champions League 2026 dipastikan bakal menjadi panggung kompetisi antar-kampung (tarkam) terbesar dan paling sengit di Sumatra Barat.
Berdasarkan informasi resmi yang dihimpun dari akun Facebook resmi Dinas Kominfo Kabupaten Dharmasraya, turnamen akbar antar-nagari ini dijadwalkan bakal melakukan kick-off perdana pada 6 Juni 2026 mendatang.
Bupati Annisa mengonsep kompetisi ini dalam pembagian delapan zona guna menjaring dua tim terbaik dari masing-masing wilayah. Total 16 klub terbaik nantinya akan bertarung habis-habisan memperebutkan gelar juara di babak 16 besar yang dipusatkan di Gelanggang Olah Raga (GOR) Dharmasraya, Koto Padang, Kecamatan Koto Baru.
Melalui rilis resmi Dinas Kominfo tersebut, berikut adalah peta persaingan sengit di 8 zona yang lahir dari program unggulan Bupati Annisa Suci Ramadhani:
Zona 1 hingga 3: Tuan Rumah vs "Zona Neraka"
Zona 1 (Karakter Keras & Cepat):
Persaingan ketat bertumpu pada Silago, Sungai Kambut, dan Gunung Selasih. Dikenal dengan karakter permainan cepat dan suporter fanatik, Sungai Kambut diuntungkan karena berstatus tuan rumah.
Zona 2 (Zona Neraka): Dihuni klub tradisional berpengalaman matang seperti IV Koto Pulau Punjung, Sikabau, Sungai Dareh, dan Gunung Medan. Rivalitas klasik kawasan Pulau Punjung dijamin membuat atmosfer pertandingan membara.
Zona 3 (Adu Stamina): Kekuatan di zona ini relatif merata antara Sitiung, Sungai Duo, Timpeh, dan Taratak Tinggi. Wilayah dengan kultur sepak bola yang pesat ini akan menguji fisik karena jumlah peserta yang lebih banyak.
Zona 4 hingga 6: Basis Militan dan Talenta Muda
Zona 4 (Tensi Tinggi): Padang Laweh, Batu Rijal, Muaro Sopan, dan Sungai Langkok siap bertarung di bawah tatapan basis penonton yang militan dan penuh tensi.
Zona 5 (Panggung Bakat Muda): Sorotan tertuju pada Tiumang dan Koto Salak yang menjadi gudangnya talenta muda. Namun, Pulau Mainan dan Simalidu siap memberikan kejutan lewat permainan atraktif.
Zona 6 (Kekuatan Kolektif): Koto Baru diunggulkan sebagai tuan rumah. Meski begitu, langkah mereka tidak akan mudah karena dihadang kekuatan kolektif seimbang dari Ampang Kuranji, Sialang Gaung, dan Koto Tinggi.
Zona 7 & 8: Rivalitas Gengsi dan Kuda Hitam
Zona 7 (Atmosfer Meriah): Menjadi panggung rivalitas panas kawasan Koto Besar dan Koto Salak. Pertemuan tim sejarah panjang seperti Koto Besar, Bonjol, hingga Kurnia Selatan diprediksi menghadirkan penonton paling meriah.
Zona 8 (Lumbung Gol): Menjadi wilayah dengan tim kuda hitam terbanyak. Sungai Rumbai, Sungai Rumbai Timur, Sinamar, dan Lubuk Besar berpotensi melahirkan laga dramatis penuh gol.
Visi Bupati Annisa: Geliat Olahraga dan Ekonomi Rakyat
Langkah konkret Bupati Annisa Suci Ramadhani dalam menggulirkan turnamen ini tidak hanya sekadar mencari pemenang di lapangan hijau. Dinas Kominfo Dharmasraya melansir bahwa lewat kompetisi ini, Bupati ingin membangkitkan kembali kebersamaan dan rivalitas positif antar-nagari.
Lebih dari itu, perhelatan ini diproyeksikan menjadi hiburan rakyat terbesar sepanjang tahun 2026 yang secara langsung akan mendongkrak roda ekonomi masyarakat serta pelaku UMKM di sekitar lokasi pertandingan. Penulis : Dimetri Robby







0 Komentar