PIMRED : ROBBY OCTORA ROMANZA (WARTAWAN UTAMA)

6/recent/ticker-posts
"SEBAR LUASKAN INFORMASI KEGIATAN DAN PROMOSI USAHA ANDA DISINI"

Dulu Harus Berenang dan Buka Baju demi Sekolah, Kini Anak-Anak Sembilan Koto Dharmasraya Tersenyum Punya Jembatan Baru

Tanamonews.com, Dharmasraya — Cerita pilu anak-anak sekolah di daerah terpencil Kabupaten Dharmasraya yang harus bertaruh nyawa menyeberangi sungai deras kini resmi berakhir. Kehadiran Jembatan Merah Putih mengubah tangis kekhawatiran orang tua menjadi senyum penuh rasa syukur.

Keharuan dan kebahagiaan masyarakat ini terekam jelas dalam dokumentasi video yang diunggah melalui akun media sosial resmi Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani. Saat meninjau langsung dan meresmikan penggunaan Jembatan Merah Putih di Jorong Sungai Kapur, Nagari Lubuk Karak, Kecamatan Sembilan Koto, sebuah dialog sederhana namun menggetarkan hati tercipta di atas infrastruktur baru tersebut.

"Jembatan baru? Sebelum ada jembatan lewat mana?" tanya Bupati Annisa dengan penuh perhatian kepada anak-anak sekolah dasar yang berkumpul di lokasi. "Lewat air (sungai)!" jawab para siswa serentak dengan kepolosan mereka. "Sekarang tidak lewat air lagi?" lanjut Annisa, yang langsung disambut teriakan kompak dan riang, "Tidak!" dari anak-anak tersebut. "Alhamdulillah," ucap sang bupati lirih sambil tersenyum bangga menatap masa depan generasi penerusnya.

Jembatan Merah Putih ini merupakan program strategis Presiden RI Prabowo Subianto yang dikerjakan secara swadaya oleh jajaran TNI. Kehadiran infrastruktur vital ini menjadi satu-satunya urat nadi penghubung yang menyelamatkan akses pendidikan anak-anak menuju sekolah mereka. Tanpa jembatan ini, pendidikan di wilayah tersebut laksana asa yang terkepung oleh derasnya arus alam.

Dalam sambutannya, Bupati Annisa mengenang kembali momen emosional saat dirinya melakukan perjalanan off-road menembus medan ekstrem menuju air terjun di wilayah tersebut beberapa waktu lalu. Saat itu, akses jalan belum ada dan kendaraan harus membelah sungai. Di tengah kepungan alam liar itulah, warga mengadukan nasib anak-anak mereka yang sering bolos sekolah akibat terkendala luapan air.

"Waktu itu ibuk-ibuk menyampaikan ke saya, 'Bu, lihatlah anak kami bu, kalau sudah hujan tidak pergi sekolah bu, karena airnya naik sedada'," cerita Annisa dengan mata berkaca-kaca menirukan kembali jeritan hati para ibu di pelosok desa atau Nagari.

Berkat sinergi yang cepat dan responsif, aspirasi yang nyaris terkubur waktu itu kini terwujud nyata. Seorang warga setempat bahkan tak dapat menyembunyikan rasa bahagianya yang meledak-ledak saat berbicara dalam bahasa daerah, mengenang betapa getirnya masa lalu sebelum jembatan berdiri kokoh.

"Kalau lah ado jambatan ko, lah sonang kini. Dulu babukak baju tinggal sarawa pendek lagikan, tu baronang sabaliek tuh," ungkap warga tersebut dengan suara bergetar. Kalimat itu menjadi saksi bisu betapa beratnya perjuangan masa lalu, di mana anak-anak terpaksa menanggalkan pakaian mereka, menyisakan celana pendek, lalu bertaruh nyawa berenang menyeberangi sungai demi sebuah buku dan cita-cita.

Prosesi peresmian jembatan di Jorong Sungai Kapur ini berlangsung khidmat. Pemotongan pita dilakukan oleh pihak Komando Distrik Militer (Kodim) 0310/SSD yang diwakili oleh Danramil setempat, didampingi langsung oleh Bupati Annisa, Kapolres, Camat Sembilan Koto, Wali Nagari Lubuk Karak, serta tokoh masyarakat.

Selain di Sungai Kapur, program Jembatan Merah Putih ini juga telah rampung bergerak serentak di dua titik terisolir lainnya hingga bulan Juni ini, yaitu Jembatan Gantung Lubuk Betung (Nagari Ampang Kuranji, Kecamatan Koto Baru) dan Jembatan Gantung Mudik Lago (Nagari Banai). Keberhasilan proyek swadaya ini tidak lepas dari dedikasi penuh jajaran TNI, khususnya Kodam XX/TIB di bawah komando Pangdam Mayjen TNI Arief Gajah Mada, serta Kodim 0310/SSD.

Di akhir acara, Bupati visioner yang dikenal dekat dan peduli dengan masyarakat pelosok ini memberikan motivasi pembakar semangat kepada para siswa agar tidak menyia-nyiakan infrastruktur yang telah dibangun. Sambil menunjuk ke arah medan wilayah sekitar, beliau memberikan janji dan harapan baru bagi masa depan Dharmasraya. "Doakan ada jembatan lagi ya?! Jadi yang di sebelah sana juga akan kita bangun jembatan. Tapi syaratnya, kalian harus rajin-rajin ke sekolah. Biar mudah-mudahan nanti dari sini lahir anak-anak yang jadi dokter, jadi ibu guru," pesan Bupati Annisa disambut riuh tepuk tangan.

Beliau juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para guru yang mengabdi di daerah terisolir, serta Wali Nagari sebagai penyambung lidah rakyat. "Tantangan ibu-ibu guru mengajar di daerah terpencil seperti ini jauh lebih sulit dibanding perkotaan. Terima kasih banyak ibu guru, bapak wali, dan seluruh masyarakat yang senantiasa mendampingi anak-anak kita. Semoga kunjungan berikutnya membawa hadiah pembangunan lain untuk Sembilan Koto," harapnya.

Tentu dengan kondisi geografis ekstrem di daerah-daerah terpencil, masih banyak hal yang perlu diupayakan bersama. Namun, sedikit demi sedikit Pemkab Dharmasraya bersama TNI berkomitmen untuk terus berbenah demi masa depan generasi bangsa. Kegiatan bersejarah tersebut ditutup dengan gaungan ucapan terima kasih yang membahana dari jajaran pemda, TNI, Polri, pihak kecamatan, nagari, hingga anak-anak sekolah dasar yang kompak bersorak: "Terima kasih Pak Prabowo!" Penulis: Dimetri Robby

Posting Komentar

0 Komentar





Selamat datang di Portal Berita, Media Online : www.tanamonews.com, atas nama Redaksi mengucapkan Terima kasih telah berkunjung.. tertanda: Owner and Founding : Indra Afriadi Sikumbang, S.H. Tanamo Sutan Sati dan Pemimpin Redaksi : Robby Octora Romanza