Tanamonews.com, Dharmasraya – Kepemimpinan Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, S.H., LL.M., terus menuai decak kagum masyarakat. Tidak hanya dikenal sebagai sosok bupati perempuan pertama yang anggun, cerdas, dan memesona, alumnus Columbia University ini membuktikan kualitas kepemimpinannya lewat lobi taktis tingkat tinggi di pemerintah pusat demi membela nasib para petani.
Hingga pertengahan tahun 2026, Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya sukses menyalurkan gerojokan bantuan Tahap IV dari Pemerintah Pusat dengan nilai fantastis mencapai Rp26.781.870.000 (Dua Puluh Enam Miliar Lebih).
Lobi Agresif ke Kementerian: "Saya Teleponi Dirjen Satu per Satu"
Guyuran anggaran pusat berkapasitas makro ini tidak turun begitu saja. Di balik angka miliaran tersebut, ada kerja keras Bupati Annisa yang bergerak cepat dari satu Direktorat Jenderal ke Dirjen lainnya di Kementerian Pertanian RI untuk mengamankan kuota bagi daerahnya.
"Saya kejar terus, saya teleponin Dirjennya satu-satu. Target saya, semua kebutuhan petani yang ada di sini sebisa mungkin kita dapatkan kuotanya tahun ini. Karena anggarannya ada di pusat," ujar Bupati Annisa dalam keterangannya yang dikutip dari akun media sosial resminya.
Bagi bupati muda yang visioner ini, rasa lelah dan terbatasnya waktu istirahat terbayar lunas ketika melihat para pahlawan pangan tersenyum menerima bantuan.
"Saya juga pengen, kalau sudah dikasih bantuan, tolong dikerjakan dengan baik jadi saya bisa segera mengajukan ke tahap-tahap berikutnya. Saya pun semangat. Saya enggak tidur, terbayarkan bisa membantu Bapak-Ibu," ungkap Bupati Annisa dengan tulus di hadapan perwakilan kelompok tani.
Rincian Anggaran Hulu Pertanian Dharmasraya (Tahap IV 2026).Komitmen penguatan hulu pertanian yang diperjuangkan oleh Bupati Annisa terbagi ke dalam beberapa pos krusial:
Infrastruktur Air dan Optimalisasi Lahan:
- 5 Unit DAM Parit
- 7 Unit Irigasi Perpipaan
- 5 Unit Irigasi Perpompaan
- 10 Unit Jaringan Irigasi Tersier
- 300 Hektar Optimalisasi Lahan
Modernisasi Alat Mesin Pertanian (Alsintan):
- 3 Unit Traktor Roda 4
- 10 Unit Traktor Roda 2
- 10 Unit Rice Transplanter (Mesin Penanam Padi)
Bantuan Benih dan Komoditas:
- 44 Kelompok Tani Hortikultura (Bibit sayur dan buah-buahan).
- 39,4 Ton Benih Padi Unggul (Tahap I: 26,9 ton dan Tahap II: 12,5 ton)
Evaluasi Tegas untuk Penyuluh: Utamakan Data Akurat
Di balik karakternya yang santun, Bupati Annisa juga menunjukkan ketegasan seorang eksekutif demi melindungi hak masyarakat bawah. Ia memberikan evaluasi tajam kepada para penyuluh pertanian pasca-temuannya di lapangan, salah satunya di wilayah IX Koto.
"Waktu saya meresmikan jembatan di IX Koto kemarin, ada warga minta irigasi dan benih langsung ke saya. Tapi kok di usulan resmi tidak ada? Ini evaluasi. Yang harusnya terdepan melaporkan ke dinas adalah Bapak-Ibu penyuluh. Saya hanya butuh data yang akurat dari Bapak-Ibu agar anggaran pusat bisa kita kunci," tegas Bupati Annisa memberi arahan terukur.
Dorong Hilirisasi: Gudang BULOG, BUMD RMU Modern, dan Konsep OVOP
Bupati Annisa menegaskan fokus kerja enam bulan pertamanya untuk memburu anggaran hulu kini telah berhasil direalisasikan. Fokus berikutnya adalah mengamankan harga jual pasca-panen agar harga gabah petani stabil minimal Rp6.500 per kilogram.
Kepastian pasar ini dikunci dengan keberhasilan Dharmasraya menjadi salah satu daerah di Sumatera Barat yang mendapatkan pembangunan Gudang BULOG Baru yang berlokasi di Koto Padang tahun ini.
Lebih dari itu, guna mewujudkan lompatan nilai tambah, Pemkab Dharmasraya tengah memperjuangkan regulasi di DPRD untuk membentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) penggilingan padi modern (Rice Milling Unit/RMU). Teknologi RMU ini akan menekan persentase beras patah dari penggilingan konvensional sehingga mampu menghasilkan beras kelas premium dengan nilai jual tinggi.
"Kita juga sedang mengurus sertifikasi Indikasi Geografis (IG) ke Kemenkumham untuk klaster pangan kita. Jika sudah terdaftar sebagai beras khusus Dharmasraya, harganya bisa melambung hingga Rp17.000 - Rp18.000 per kilogram, bahkan sangat layak untuk pasar ekspor," urai Bupati Annisa optimis.
Langkah hilirisasi ini sejalan dengan program unggulan One Village One Product (OVOP) yang digagas Bupati Annisa sejak awal kepemimpinannya. Melalui OVOP, setiap nagari didorong memiliki produk pertanian tematik yang unggul dan mandiri, terintegrasi dari pengolahan pasca-panen hingga ke ekosistem pasar modern.
Apresiasi dan Harapan Petani Dharmasraya
Langkah nyata dan kepedulian tulus sang Bupati mendapat respons emosional dari para petani di lapangan. Msk EM (55), salah seorang anggota kelompok tani di Dharmasraya, mengaku terharu dengan kegigihan pemimpinnya.
"Baru kali ini kami melihat bupati perempuan yang tidak sungkan turun ke sawah, bahkan sampai tidak tidur menelepon orang-orang kementerian di Jakarta demi memperjuangkan traktor dan benih untuk kami. Bantuan Rp26,7 Miliar ini adalah bukti nyata bahwa Ibu Annisa sangat menyayangi rakyatnya," kata Mak EM penuh rasa syukur.
Di akhir penjelasannya, Bupati Annisa mengajak seluruh elemen daerah memperkuat sinergi gotong royong. "Insyaallah, dengan kolaborasi kuat antara petani, penyuluh, pemerintah daerah, dan pusat, kita pastikan setiap bantuan tepat sasaran, lahan semakin produktif, dan hasil panen membawa kesejahteraan melimpah bagi pahlawan pangan Dharmasraya," pungkas Bupati Annisa disambut riuh tepuk tangan warga. Penulis : Dimetri Robby







0 Komentar