Tanamonews.com, Dharmasraya — Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, menegaskan kembali komitmennya dalam mengarsiteki masa depan daerah melalui penguatan simpul generasi muda. Dalam sebuah orasi yang sarat akan pesan emansipatif, Annisa mengajak seluruh elemen pemuda untuk meleburkan ego sektoral dan mengonsolidasikan energi kreatif demi mengakselerasi pembangunan yang inklusif serta berkelanjutan.
Pesan bernada menggugah tersebut digaungkan Bupati Annisa saat menghadiri pelantikan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Dharmasraya periode 2026–2029. Prosesi sakral yang menandai estafet kepemimpinan baru ini dihelat di Auditorium Kantor Bupati Dharmasraya pada Senin, 19 Oktober 2026.
Melalui momentum ini, Yogi Buana Putra, S.P. resmi mengemban amanah sebagai Ketua DPD KNPI Dharmasraya, didampingi oleh Fuad Dhiyalulhaq, S.IP. selaku Sekretaris, dan Pedri Muhajir, S.E. di pos Bendahara.
Narasi Kolaborasi: Bukan Sekadar Menjadi Penonton Zaman
Bupati Annisa dalam arahannya menggarisbawahi bahwa cetak biru (blueprint) kemajuan Dharmasraya tidak dapat diletakkan secara tunggal di atas pundak birokrasi pemerintahan. Menurutnya, akselerasi daerah membutuhkan daya dorong dari entitas pemuda yang memegang prinsip pembaru dan memiliki determinasi tinggi.
“Pemuda harus mampu bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat. Mari kita bersama-sama membangun Dharmasraya sesuai dengan bidang dan potensi masing-masing. KNPI harus menjadi wadah yang mampu menyatukan pemikiran, memperkuat kolaborasi, dan melahirkan kontribusi nyata bagi daerah,” tegas Annisa, disambut riuh tepuk tangan hadirin.
Secara visioner, ia menekankan agar KNPI tidak terjebak dalam romantisme seremonial atau sekadar menjadi ruang hampa tanpa substansi. Annisa menantang kepengurusan baru ini untuk mentransformasikan organisasi menjadi inkubator gagasan inovatif dan melahirkan program kerja taktis yang menyentuh akar rumput.
Membakar Spirit Proklamator dari Podium Dharmasraya
Di atas podium, atmosfer auditorium kian bergelora saat Bupati Annisa menyitir adagium historis dari Sang Proklamator, Presiden pertama RI, Soekarno: "Berikan aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia."
Kutipan tersebut sengaja diartikulasikan Annisa untuk mengingatkan kolektif pemuda Dharmasraya akan besarnya modal sosial dan daya tawar yang mereka miliki. Namun, ia mengingatkan bahwa potensi masif tersebut hanya akan menjadi mitos belaka jika tidak diimbangi oleh integritas yang kokoh, kreativitas yang terasah, serta komitmen ideologis terhadap kemajuan daerah.
Secara eksplisit, srikandi pemimpin Dharmasraya ini mendorong KNPI untuk mengambil peran penetratif pada empat domain krusial: eskalasi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), penciptaan ekosistem kewirausahaan mandiri, stimulasi industri kreatif, hingga pemberdayaan pemuda yang berorientasi lokal hingga ke tingkat nagari. Sinergitas ini, menurut Annisa, harus bermanifestasi dalam aksi-aksi konkret yang berkelanjutan.
Saksi Sejarah Lintas Sektoral
Kehadiran para pemangku kepentingan strategis dalam acara ini menegaskan legitimasi dan urgensi posisi KNPI di bawah kepemimpinan Yogi Buana Putra. Tampak hadir Anggota DPRD Dharmasraya H. Heri Saputra, Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, serta Dandim 0310/SSD yang diwakili Danramil Pulau Punjung Lettu Inf Magel Hendri.
Formasi kepemimpinan wilayah ini dilengkapi dengan kehadiran PJU Kejari Dharmasraya, Komandan Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sumbar, jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, serta wali nagari se-Kabupaten Dharmasraya.
Dukungan struktural juga mengalir langsung dari tingkat provinsi dengan hadirnya gerbong DPD KNPI Sumbar yang dipimpin oleh Nanda Satria (Ketua), M. Nazik (Sekretaris), dan Varel Oriano (Bendahara), bersanding bersama para pengurus demisioner KNPI Dharmasraya.
Dengan nakhoda baru ini, KNPI Dharmasraya kini memikul ekspektasi besar: tumbuh menjadi organisasi yang solid, progresif, dan mampu membuktikan bahwa pemuda bukan lagi sekadar objek atau "penerus masa depan", melainkan subjek aktif dan arsitek utama pembangunan hari ini.
Penulis : Dimetri Robby







0 Komentar