Ticker

6/recent/ticker-posts

Tango, Bukan Hanya Sekedar Umbul-umbul Melainkan Simbol Kehormatan Di Museum Istana Basa Pagaruyung

TANAMONEWS.COM,  TANAHDATAR - Museum Istana Basa Pagaruyung betempat  di Nagari Pagaruyung Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar dan berjarak  108 kilometer dari Ibu kota Sumatera Barat, Padang. Istano Basa Pagaruyung merupakan bangunan rumah adat Minangkabau yang  berbentuk rumah gadang, dibuat dengan meniru Istana yang pernah ada sebelumnya dan mempedomani bangunan rumah gadang lainnya. 

Istana Pagaruyung merupakan destinasi  wisata di  Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat yang populer sebagai destinasi wisata sejarah. Saat di akhir pekan atau di hari libur dapat ditemukan ramainya pengunjung yan datang. Dan sudah pasti situasinya akan ramai dikunjungi wisatawan.

Daya tarik yang paling utama tentu yakni  Istana Pagaruyung,  istana ini  memiliki nilai filosofis khas budaya Minang. Istana basa pagaruyung memiliki 3 tingkatan,dan  memiliki fungsi yang berbeda. Arsitektur Istana Pagaruyung didomisasi oleh bahan bangunan yang berasal dari kayu.  Kayu yang digunakan  tersebut diduga akan kuat, dan tahan gempa.

Seperti kebanyakan istana pada umumnya, museum istana basa pagaruyung juga memiliki taman. Tman tersebut , memiliki makna dan filosofi yang khas dan dapat diambil hikmahnya. Taman itupun memiliki arti khusus maupun arti umum.

Taman Istano Basa Pagaruyung mewakili dan menyimbolkan semua kekayaan yang terdapat di daerah Minangkabau. Taman tersebut dibuat agar istana basa pagaruyung  lebih dikenal, lebih dihormati, lebih dikagumi, lebih cemerlang, lebih produktif, lebih potensial, lebih berarti dan lebih berdaya guna dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara, karena potensi dan fasilitas tersebut memperindah Minangkabau dalam arti yang luas.

Jika kita berada di taman istana basa pagaruyung, maka kita akan menjumpi Tango. Tango merupakan sebutan lain dari  Umbul-Umbul,  kita akan menjumpai bermacam warna umbul-umbul berdiri (terpajang) pada sebuah Peti Bunian. Fungsi dari Tango  ini adalah Tanda mata pelengkap atau cendra mata Raja kepada tamunya.

Jika dilihat Raja akan memberi Tango yang berwarna hitam kepda unsur ninik mamak , dari unsur Alim Ulama raja  akan memberikan  Tango yang berwarna putih, dari unsur Laskar raja akan memberikan Tango berwarna kuning emas, dan dari  Raja kecil raja akan memberikan Tango berwarna  kuning muda, sedangkan jika dari unsur Pejabat / Sekretaris / Pegawai raja akan memberikan  Tango warna ungu.

Ketiga warna yang terdapar di bendera yang digunakan di istana basa pagaruyung jika dilihat dalam adat minang kabau, bendera tersebut bukan hanya sekedar umbul-umbuk biasa. Tetapi memiliki arti dan makna tersendiri bagi bagi masyarakat minangkabau.

Bendera umbul umbul ini dominannya terdiri dari dua macam perpaduan warna. Yang pertama yakni warna hitam, kuning, merah, dan putih dan disebut sebagai marawa kebesaran adat minang kabau. Yang kedua yakni warna hitam, kuning, dan merah. Disebut sebagai marawa kebesaran alam minang kabau.

Pada masa sekarang ini, marawa atau umbul-umbul akan digunakan pada acara-acara tertentu.  Dipakai atau digunakan pada acara nasional, acara adat atau daerah, serta acara keagamaan. Di kalangan pemerintahan marawa juga akan dipakai ketika ada acara pelantikan atau pengambilan sumpah pejabat nasional dan daerah, menyambut kunjungan tamu daerah yang berkunjung ke sumatra barat atau ranah minang. (Nasriadi)

Posting Komentar

0 Komentar

"PITUAH PITARUAH DARI YUS DATUAK PARPATIAH, ADAT ISTIADAT MINANGKABAU"



Welcome to Thank's