PIMRED : ROBBY OCTORA ROMANZA (WARTAWAN UTAMA)

6/recent/ticker-posts
"SEBAR LUASKAN INFORMASI KEGIATAN DAN PROMOSI USAHA ANDA DISINI"

Museum Adityawarman Menuju 45 Tahun

Padang, Tanamonews.com - Menuju 45 tahun Museum Adityawarman, lebih memanfatkan teknologi digital dalam mempromosikan museum. Seperti dengan aplikasi mobile dan di media sosial. 

Hal ini, dikatakan Vandrowis Darwis (Kasi Pelayanan dan Edukasi) UPTD Museum Adityawarman dalam acara uji kompetensi wartawan di Provinsi Sumatera yang di gelar dewan pers bersama lembaga pelatihan LSPR dan LSDP yang dilansungkan di Hotel Mercure Kota Padang, Jum'at (4/3/2022).

Lebih lanjut, Vandrowis mengatakan perbandingan dengan kunjungan website museum Adityawarman sama dengan aplikasi mobile yang digunakan sekarang ini dimasa pandemi mengalami peningkatan pengunjung.

Di saat pandemi  ini, museum lebih memanfatkan teknologi digital seperti aplikasi mobile dan berpromosi di media social. Dalam hal ini perbandingan dengan kunjungan website sama dengan aplikasi mobile yang digunakan sekarang ini dimasa pandemi mengalami peningkatan pengunjung.

Vandrowis, menjelaskan kepada para awak media tentang program promosi digitalisasi yang dilakukan ini, menggunakan jasa vendor yang mengerti dah ahli IT, karena sdm Museum Adityawarman dalam hal teknologi masih kurang menguasai teknologi.

Sasaran pengunjung yang akan ditargetkan museum Adityawarman adalah dapat memberikan edukasi kepada masyarakat umum, siswa, mahasiswa, pengunjung local dan internasional. Tujuannya agar sejarah kebudayaan minang dapat diketahui oleh masyarakat luas, ulas Vandrowis.

Disamping koleksi seni dan budaya yang disuguhkan kepada pengunjung, museum Adityawarman telah menyiapkan berbagai suguan koleksikuliner khas minang, seperti rendang dan kuliner lainnya, Vandrowis menambahkan.

Sesuai dengan SK Pemda Tingkat II Padang No. 3071/SDTK/XVIII-74 tanggal 8 Agustus 1974. Museum ini berlokasi di komplek Lapangan Tugu Jl. Diponegoro No. 10   Padang. Dibangun di atas tanah seluas 2,5 Ha diresmikan 16 Maret 1977 oleh Mendikbud Prof. DR. Syarif Thayeb. Berdasarkan SK Mendikbud RI No. 01/1991 tanggal 9 Januari 1991, Museum ini diberi nama Adityawarman. Hal tersebut untuk mengingat jasa seorang raja Minangkabau di abad XIV Masehi, ujarnya.

Vandrowis juga mengatakan lokasi museum Adityawarman dulunya dikenal dengan Taman Melati, sebuah taman tempat bermain warga Kota Padang. Pada zaman penjajahan Belanda di lokasi ini berdiri Tugu Micheils yang pada masagu penjajahan jepang menurut ceritanya, tugu ini diruntuhkan, dan besi-besinya dibawakan ke Jepang.

Sebagai pelayanan dan edukasi, Vandrowis memaparkan bahwa Museum sebagai lembaga pelestarian warisan budaya melaksanakan kegiatan penerbitan, seminar, pagelaran/lomba, Survei Pengadaan Koleksi, Supervisi Museum Lokal, Museum Masuk Sekolah, Penyuluhan Informasi Budaya, pungkasnya. (in)

Posting Komentar

0 Komentar





Selamat datang di Portal Berita, Media Online : www.tanamonews.com, atas nama Redaksi mengucapkan Terima kasih telah berkunjung.. tertanda: Owner and Founding : Indra Afriadi Sikumbang, S.H. Tanamo Sutan Sati dan Pemimpin Redaksi : Robby Octora Romanza