Tanamonews.com - Anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan, Ronaldi, S.IP dari Partai PDI Perjuangan (PDIP), menghadiri Upacara Adat Ptang Balimau Inderapura yang digelar di Masjid Agung Inderapura, Kecamatan Airpura, Selasa (17 Februari 2026), sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian tradisi menyambut Ramadan 1447 Hijriah.
Kehadiran Ronaldi di tengah masyarakat menjadi simbol kedekatan wakil rakyat dengan nilai-nilai adat dan keagamaan yang hidup dan berkembang di Ranah Inderapura sejak ratusan tahun silam.
Sebagai wakil dari Daerah Pemilihan V Pesisir Selatan yang meliputi Pancung Soal, Airpura, Basa Ampek Balai Tapan, Ranah Ampek Hulu Tapan, Lunang, dan Silaut, Ronaldi memandang tradisi ini sebagai bagian penting dari identitas sosial masyarakat.
Upacara adat yang berlangsung khidmat itu dipusatkan di Masjid Agung Inderapura, tempat bersejarah yang menjadi saksi perjalanan panjang peradaban Islam di wilayah selatan Sumatera Barat.
Ratusan warga memadati halaman masjid sejak pagi hari, menciptakan suasana religius yang kental dengan nuansa adat Minangkabau.
Tradisi Ptang Balimau sendiri diyakini telah ada sejak masa Kesultanan Inderapura dan terus diwariskan lintas generasi tanpa terputus.
Prosesi diawali dengan doa bersama serta petuah adat dari para Ninik Mamak dan tokoh agama, mengingatkan masyarakat akan pentingnya penyucian diri sebelum memasuki bulan suci.
Dalam kesempatan itu, Ronaldi menyampaikan bahwa adat dan agama merupakan dua pilar yang saling menguatkan dalam membentuk karakter masyarakat Pesisir Selatan.
Menurutnya, modernisasi tidak boleh menggerus nilai tradisi yang telah menjadi pedoman hidup masyarakat selama berabad-abad.
Ia menegaskan bahwa DPRD memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan kebijakan daerah berpihak pada pelestarian budaya lokal.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Airpura beserta unsur Forkopimca, tokoh adat, pemuda, dan kaum ibu yang bersama-sama menyemarakkan momentum sakral tersebut.
Setelah prosesi di masjid selesai, rombongan melanjutkan arak-arakan menuju Muara Sakai sebagai lokasi pelaksanaan balimau bersama.
Arak-arakan berlangsung tertib dan penuh semangat, diiringi suasana kekeluargaan yang terasa hangat di sepanjang perjalanan.
Di sepanjang rute, Ronaldi tampak menyapa masyarakat dan berdialog singkat dengan warga yang antusias menyambut kehadirannya.
Balimau yang dilakukan bersama-sama di Muara Sakai menjadi simbol pembersihan lahiriah sekaligus pengingat pentingnya kesiapan batin menghadapi Ramadan.
Secara filosofis, balimau mencerminkan tekad untuk meninggalkan keburukan dan memperbarui niat dalam menjalankan ibadah puasa.
Ronaldi juga mengajak generasi muda agar tidak hanya menyaksikan, tetapi turut ambil bagian aktif dalam menjaga dan meneruskan tradisi leluhur.
Ia menilai keberlangsungan adat sangat bergantung pada kesadaran kolektif masyarakat, terutama generasi penerus.
Menurutnya, kegiatan seperti ini memiliki potensi besar dikembangkan sebagai wisata religi dan budaya yang berdampak pada ekonomi masyarakat.
Namun demikian, ia menekankan bahwa esensi spiritual dan nilai adat harus tetap menjadi ruh utama dalam pelaksanaannya.
Masyarakat dari berbagai nagari sekitar Inderapura turut hadir, menjadikan kegiatan ini sebagai ajang silaturahmi lintas generasi.
Kebersamaan yang terjalin mencerminkan kuatnya solidaritas sosial masyarakat dalam menjaga tradisi yang diwariskan sejak era Kesultanan Inderapura.
Ronaldi berharap Ramadan 1447 Hijriah menjadi momentum mempererat persatuan dan memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Ia juga mengucapkan selamat menyambut Ramadan kepada seluruh masyarakat Pesisir Selatan, khususnya konstituen di Dapil V yang diwakilinya.
Upacara adat Ptang Balimau pun ditutup dengan doa bersama, menandai kesiapan masyarakat Inderapura menyambut bulan penuh berkah dengan hati yang bersih dan tekad menjaga adat sebagai jati diri daerah.









0 Komentar