Tanamonews.com, Padang – Universitas Negeri Padang (UNP) berhasil mengembangkan inovasi pengolahan sampah organik menjadi kompos hanya dalam waktu 21 hari melalui metode Sandwich AR. Metode hasil riset UNP tersebut menawarkan proses pengomposan yang sederhana, praktis, ramah lingkungan, tanpa menimbulkan bau menyengat, serta tidak mengundang lalat.
Inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya UNP memperkuat implementasi Green Campus sekaligus menjawab tantangan pengelolaan sampah di lingkungan kampus. Setiap hari UNP menghasilkan sekitar 3.351 kilogram sampah atau lebih dari 100 ton per bulan, dengan sekitar 1.627 kilogram di antaranya merupakan sampah organik yang berasal dari sisa makanan, daun, rumput, dan sisa tanaman.
Program Pengelolaan Sampah Organik Berbasis Kompos Metode Sandwich AR ini resmi diluncurkan oleh Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Inovasi UNP, Prof. Dr. Ir. Anni Faridah, M.Si., bersama Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNP, Prof. Dr. Anton Komaini, S.Si., M.Pd., di Kampus UNP Air Tawar, Padang.
Prof. Anni Faridah berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Kantor Komunikasi dan Pemasaran Strategis, Selasa (23/6/2026) mengatakan, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menghadirkan solusi terhadap persoalan lingkungan melalui inovasi berbasis riset. Menurutnya, sampah organik yang selama ini menjadi persoalan dapat diubah menjadi sumber daya yang bernilai guna.
“UNP menghasilkan timbulan sampah yang cukup besar setiap hari. Kami tidak ingin sampah hanya dipindahkan ke tempat pembuangan akhir. Melalui inovasi ini, kami ingin membuktikan bahwa sampah organik dapat diubah menjadi sumber daya yang bermanfaat,” ujarnya.
Metode Sandwich AR dikembangkan melalui teknik pengomposan berlapis dengan menyusun tanah, bioaktivator hasil pengembangan riset, dan sampah organik. Susunan tersebut menciptakan kondisi yang mendukung aktivitas mikroorganisme pengurai sehingga proses pembusukan berlangsung lebih cepat dan menghasilkan kompos matang dalam waktu sekitar 21 hari.
Ketua Tim Peneliti sekaligus Koordinator Program Studi S1 Ilmu Lingkungan/Kepala Departemen IPA FMIPA UNP, Dr. Aulia Azhar, M.Si., menjelaskan bahwa penelitian ini dilakukan dengan menguji beberapa jenis perlakuan sampah organik, mulai dari sampah campuran sisa sayuran dan makanan yang dicacah, sampah campuran tanpa pencacahan, hingga sampah daun atau sampah halaman.
“Metode Sandwich AR dikembangkan agar mudah diterapkan dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia. Kami berharap inovasi ini dapat menjadi model pengelolaan sampah organik yang efektif, murah, dan berkelanjutan,” jelasnya. Ia menambahkan, keunggulan metode tersebut terletak pada prosesnya yang tidak membutuhkan teknologi rumit sehingga dapat diterapkan secara luas, baik di lingkungan kampus, sekolah, perkantoran, pemerintahan, nagari, desa, maupun rumah tangga.
Sementara itu, Ketua LPPM UNP Prof. Dr. Anton Komaini, S.Si., M.Pd., menegaskan bahwa inovasi tersebut merupakan bentuk hilirisasi hasil penelitian dosen UNP agar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. “Perguruan tinggi harus mampu menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Program ini membuktikan bahwa hasil penelitian tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi dapat diterapkan dan memberikan dampak nyata,” ungkapnya.
Melalui penerapan Metode Sandwich AR, UNP menargetkan pengembangan sistem pengelolaan sampah organik terpadu yang mampu mengurangi volume sampah dari sumbernya serta menghasilkan kompos yang dapat dimanfaatkan untuk penghijauan dan pemeliharaan ruang terbuka hijau kampus.
Inovasi ini menjadi bagian dari komitmen UNP dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya melalui penguatan budaya peduli lingkungan di lingkungan sivitas akademika. Program ini sejalan dengan SDGs 12 (Responsible Consumption and Production/Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) serta SDGs 13 (Climate Action/Aksi Iklim).







0 Komentar