Tanamonews.com - Pemerintah Kota Solok menegaskan Penyesuaian Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2026 senilai Rp108,58 miliar bukan sekadar tambahan anggaran, melainkan langkah strategis untuk mempercepat pemulihan pascabencana, memperkuat infrastruktur, meningkatkan pelayanan publik, dan menggerakkan kembali roda perekonomian masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan Pemerintah Kota Solok melalui keterangan pers yang diterbitkan pada Senin (14/7/2026). Pemanfaatan anggaran ini telah mengacu pada Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 900.1.3/1084/SJ, Keputusan Menteri Keuangan Nomor 59 Tahun 2026, serta dituangkan dalam Peraturan Wali Kota Solok Nomor 8 dan Nomor 9 Tahun 2026.
Porsi terbesar anggaran, yakni Rp86,31 miliar atau 79,49 persen, diarahkan untuk pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur. Dana tersebut digunakan untuk perbaikan jalan, drainase, jaringan irigasi, penahan tebing (laydam), fasilitas umum dan sosial, gedung pelayanan publik, hingga infrastruktur penanggulangan bencana.
Selanjutnya, Rp18,30 miliar atau 16,86 persen dialokasikan untuk memperkuat sarana dan prasarana penanggulangan bencana serta pemulihan sosial ekonomi. Anggaran ini mencakup pengadaan kendaraan dan peralatan pemadam kebakaran, sarana persampahan, penerangan jalan umum, dukungan bagi sektor pertanian dan UMKM, jaminan sosial, Belanja Tidak Terduga (BTT), hingga bantuan keuangan kepada daerah lain.
Di sektor kesehatan, Rp3,55 miliar disiapkan untuk melengkapi sarana dan peralatan RSUD Serambi Madinah. Sementara Rp420 juta dialokasikan bagi rehabilitasi gedung sekolah yang belum masuk Program Revitalisasi Sekolah dari Kementerian Pendidikan. Berdasarkan tahapan penanggulangan bencana, sebagian besar anggaran atau 84,08 persen difokuskan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Sisanya digunakan untuk kegiatan pra-bencana, tanggap darurat melalui BTT, dan bantuan kemanusiaan antardaerah.
Sejumlah program prioritas pun segera dijalankan. Sebanyak 14 kegiatan akan memperbaiki prasarana lingkungan permukiman terdampak bencana di sejumlah kelurahan seperti KTK, IX Korong, Sinapa Piliang, Koto Panjang, VI Suku, dan Tanah Garam. Selain itu, 15 kegiatan mitigasi bencana juga dilaksanakan di kawasan permukiman non-bencana, meliputi Kelurahan Laing, Kampung Jawa, Nan Balimo, VI Suku, dan Simpang Rumbio.
Pada sektor transportasi, pemerintah akan melakukan pemeliharaan, rehabilitasi, hingga rekonstruksi jalan di berbagai titik strategis. Penguatan infrastruktur sumber daya air juga menjadi perhatian melalui rehabilitasi jaringan irigasi, pembangunan dan rehabilitasi laydam sungai, penataan jalan inspeksi Batang Lembang, hingga pemasangan pintu air klep otomatis untuk mengurangi risiko banjir.
Pemerintah Kota Solok menegaskan seluruh program tersebut disusun berdasarkan data lapangan, Dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P), aspirasi masyarakat dan DPRD, serta kajian teknis perangkat daerah. Seluruh usulan diverifikasi melalui survei lapangan dan disusun berdasarkan skala prioritas agar tepat sasaran.
Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Kota Solok memastikan seluruh penggunaan anggaran dilakukan secara transparan, akuntabel, dan profesional. Pengawasan akan dilakukan oleh Tim Monitoring, Evaluasi dan Pengendalian Pembangunan, APIP, Inspektorat Kota Solok, Irjen Kemendagri, serta melibatkan pengawasan masyarakat. Sekretaris Daerah selaku Kepala Satgas R3P Kota Solok Dr. Desmon menegaskan, Penyesuaian TKD 2026 merupakan instrumen penting untuk memperkuat ketahanan daerah.
"Penyesuaian TKD Tahun Anggaran 2026 bukan sekadar tambahan anggaran, tetapi merupakan instrumen strategis untuk memperkuat ketahanan Kota Solok terhadap bencana, mempercepat pemulihan infrastruktur dan pelayanan publik, sekaligus menggerakkan kembali aktivitas sosial ekonomi masyarakat. Pemerintah Kota Solok berkomitmen memastikan setiap rupiah yang diterima dikelola secara transparan, akuntabel, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," tegasnya.
Dengan pemanfaatan anggaran yang terarah dan berbasis kebutuhan masyarakat, Pemerintah Kota Solok berharap percepatan rehabilitasi pascabencana dapat berjalan optimal sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memperkuat ketahanan kota menghadapi potensi bencana di masa mendatang.YM







0 Komentar