PIMRED : ROBBY OCTORA ROMANZA (WARTAWAN UTAMA)

6/recent/ticker-posts
"SEBAR LUASKAN INFORMASI KEGIATAN DAN PROMOSI USAHA ANDA DISINI"

Bikin Daerah Lain Iri! Di Tengah Krisis Anggaran, Bupati Dharmasraya Gas Pol Aspal 6 Ruas Jalan Strategis

Tanamonews.com, Dharmasraya – Di saat banyak daerah terpaksa "mengerem" pembangunan akibat badai efisiensi dan pengetatan dana Transfer ke Daerah (TKD), Pemerintah Kabupaten Dharmasraya di bawah komando Bupati Annisa Suci Ramadhani justru menepis pesimisme tersebut. 

Lewat eksekusi taktis Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), enam ruas jalan strategis di ranah Dharmasraya dipastikan segera bersolek mulus sepanjang September 2026 ini.

Langkah berani ini dibiayai penuh melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Dharmasraya. Kebijakan ini menjadi bukti sahih dari ketegasan sikap politik anggaran Bupati Annisa: kepentingan dasar rakyat dan konektivitas wilayah tidak boleh dikorbankan oleh alasan apa pun.

Kepemimpinan Adaptif: Mengunci APBD, Menjemput CSR Rp31,55 Miliar

Di sinilah letak pembeda kepemimpinan Bupati Annisa Suci Ramadhani. Mengelola daerah di tengah keterbatasan fiskal membutuhkan lebih dari sekadar rutinitas birokrasi; dibutuhkan seni memimpin yang adaptif dan bernyali.

Bupati perempuan pertama Dharmasraya ini sadar betul bahwa APBD tidak bisa bekerja sendirian. Oleh karena itu, ia bergerak agresif melampaui batas anggaran formal dengan merangkul dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Hasilnya sangat mencengangkan. Pemkab Dharmasraya sukses menghimpun dukungan dana CSR sebesar Rp31,55 miar. Angka fantastis ini diarahkan langsung sebagai suplemen untuk memperkuat fondasi infrastruktur jalan daerah secara makro. Kepala Dinas PUPR Dharmasraya, Zakirman, melalui Kepala Bidang Bina Marga, Willy Kurniawan, menjelaskan bagaimana cerdasnya strategi pembagian ruang anggaran ini. 

Dana CSR raksasa tersebut digunakan sebagai perluasan daya jangkau pembangunan, sementara enam ruas jalan prioritas di bulan September ini tetap dikunci dan dikawal ketat menggunakan dana APBD murni sebagai bentuk tanggung jawab langsung pemerintah kepada rakyatnya.

“Bupati terus berupaya agar pembangunan infrastruktur tetap berjalan di tengah kondisi fiskal yang ada, termasuk dengan mengoptimalkan kemampuan APBD serta mencari dukungan dari sumber pembiayaan lainnya,” ungkap Willy, Senin (7/9/2026).

Enam Urat Nadi Baru, Katalisator Pertanian dan Perkebunan

Secara spasial, enam ruas jalan yang dieksekusi bulan ini bukan sekadar aspal yang dihamparkan di atas tanah. Enam jalur ini merupakan titik-titik mati yang selama ini mendesak untuk ditingkatkan kemantapannya.

Keenam ruas tersebut meliputi:

  • Jalur Lagan Jaya – Sipangkur
  • Jalur Pulau Punjung – Lubuk Bulang
  • Jalur RSUD Lama Sungai Dareh (Segmen Satu)
  • Jalur Sungai Limau – Batu Kangkung
  • Jalur Pulau Punjung – Kampung Surau
  • Jalur Lingkar Puskesmas Sungai Rumbai Timur

Bagi Dharmasraya yang mayoritas masyarakatnya menggantungkan hidup pada sektor agraria, pengaspalan ini adalah berkah besar yang berdampak langsung pada isi dompet petani. Selama ini, tantangan terbesar petani sawit, karet, dan komoditas pangan di daerah adalah tingginya biaya logistik akibat akses jalan yang rusak atau kurang mantap.

Dengan aspal baru yang mulus, rantai distribusi hasil pertanian dan perkebunan dari ladang ke pabrik atau pasar akan terpangkas signifikan. Kendaraan pengangkut bisa melaju tanpa hambatan, risiko kerusakan komoditas di jalan berkurang, dan biaya operasional armada transportasi bisa ditekan serendah mungkin. Hal ini otomatis akan meningkatkan daya tawar harga di tingkat petani sekaligus menggairahkan denyut nadi perekonomian lokal.

Suara Rakyat: Asa Baru yang Menjawab Kebutuhan Nyata

Dampak langsung dari eksekusi aspal ini pun memicu gelombang optimisme di lapisan masyarakat bawah. Pembangunan yang tepat sasaran ini dinilai benar-benar menyentuh kebutuhan harian warga dan memberikan napas lega.

Ahmad (42), salah seorang pekebun lokal, mengaku sangat bersyukur mendengarkan kepastian pengaspalan ini. Menurutnya, perbaikan akses jalan adalah hal paling krusial bagi kelangsungan ekonomi keluarga kecilnya saat ini.

"Kalau jalan mulus, armada pengangkut hasil bumi bisa masuk cepat dan biaya logistik otomatis turun. Kami sangat berterima kasih karena di tengah kondisi keuangan daerah yang sedang ketat, Ibu Bupati dan Dinas PUPR tetap menaruh perhatian besar pada jalur ekonomi kami," ungkapnya dengan nada lega.

Senada dengan itu, harapan besar juga diutarakan oleh Siti (35), warga yang kerap melintasi area fasilitas publik. Pengaspalan di sektor pelayanan kesehatan dinilai sebagai langkah yang sangat humanis.

"Sangat bersyukur khususnya untuk jalur lingkar Puskesmas dan area rumah sakit. Akses yang mulus dan nyaman itu sangat penting, terutama saat kita harus membawa keluarga yang sakit dalam kondisi darurat. Kebijakan ini benar-benar terasa langsung manfaatnya oleh masyarakat kecil," tuturnya.

Pembangunan Bertahap yang Berkeadilan

Willy menegaskan kembali bahwa penanganan infrastruktur jalan di Dharmasraya dilakukan secara terukur dan bertahap. Pemerintah daerah secara jeli menimbang kondisi riil di lapangan, tingkat kepadatan lalu lintas ekonomi masyarakat, serta kalkulasi kemampuan anggaran.

Melalui kombinasi maut antara ketepatan alokasi APBD dan kelihaian menjemput dana CSR Rp31,55 miliar, duet kebijakan Pemkab Dharmasraya ini tidak hanya berhasil meningkatkan konektivitas antarwilayah. Lebih dari itu, ini adalah sebuah potret keberhasilan transformasi daerah: di mana keterbatasan dana diubah menjadi peluang kolaborasi demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang merata. Penulis : Dimetri Robby

Posting Komentar

0 Komentar





Selamat datang di Portal Berita, Media Online : www.tanamonews.com, atas nama Redaksi mengucapkan Terima kasih telah berkunjung.. tertanda: Owner and Founding : Indra Afriadi Sikumbang, S.H. Tanamo Sutan Sati dan Pemimpin Redaksi : Robby Octora Romanza