Tanamonews.com, Dharmasraya – Komitmen nyata untuk merajut kemajuan ekonomi di wilayah pinggiran kembali dibuktikan oleh Pemerintah Kabupaten Dharmasraya di bawah kepemimpinan Bupati Annisa Suci Ramadhani.
Bergerak cepat mengamankan masa depan sektor perkebunan, Bupati perempuan pertama di Sumatera Barat ini sukses memperjuangkan alokasi program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dari pemerintah pusat untuk masyarakat Kecamatan Asam Jujuhan dengan total nilai fantastis mencapai Rp13,4 miliar.
Langkah strategis ini menjadi angin segar sekaligus solusi konkret bagi para petani sawit mandiri yang selama ini terkendala produktivitas akibat usia tanaman yang sudah tua dan kualitas benih yang tidak unggul.
Diplomasi Pusat Berbuah Hasil Nyata
Alokasi anggaran miliaran rupiah ini bukan jatuh dari langit, melainkan buah dari kegigihan diplomasi Bupati Annisa Suci Ramadhani di tingkat pusat. Melalui perpanjangan tangan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), total luas perkebunan rakyat di Asam Jujuhan yang berhasil masuk dalam program replanting ini mencapai 223,4881 hektare.
Dengan kebijakan baru pemerintah pusat yang meningkatkan dukungan pembiayaan dari Rp30 juta menjadi Rp60 juta per hektare, akumulasi dana stimulus yang siap mengalir langsung ke rekening kelompok tani di Asam Jujuhan menyentuh angka sekitar Rp13,4 miliar. Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat tiga kelompok tani (poktan) di wilayah tersebut yang menjadi penerima manfaat langsung program PSR ini:
- Kelompok Tani Sungai Limau Sepakat: Mengelola lahan seluas 94,9000 hektare.
- Kelompok Tani Asam Sakti Sejahtera: Mengelola lahan seluas 70,8582 hektare.
- Kelompok Tani Sungai Gelegah Mandiri: Mengelola lahan seluas 57,7299 hektare.
Bukan Sekadar Tumbang Chipping, Ini Investasi Jangka Panjang
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya, Lasmiyati, melalui Kepala Bidang Perkebunan, Ipentri, menyatakan bahwa program PSR ini merupakan salah satu pilar utama pemerintah daerah untuk mendongkrak kesejahteraan pekebun sawit.
Secara terpisah, visi ini selaras dengan penegasan dari jajaran eksekutif Pemkab Dharmasraya bahwa replanting tidak boleh hanya dimaknai sebagai aktivitas teknis mengganti tanaman tua semata. Program ini adalah investasi jangka panjang untuk mengamankan roda ekonomi daerah, mengingat kelapa sawit adalah urat nadi utama penghidupan masyarakat Dharmasraya. Program PSR dipastikan akan terus bergulir dan menjangkau kecamatan-kecamatan lain di seluruh wilayah kabupaten secara bertahap.
Apresiasi dari Akar Rumput: "Bupati Annisa Hadir untuk Petani"
Kebijakan yang berpihak pada rakyat ini memicu respons emosional yang positif dari tingkat akar rumput. Ketua Kelompok Tani Asam Sakti Sejahtera dari Nagari Alahan Nan Tigo, Suhaimi, secara terbuka menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas kepedulian nyata sang Bupati.
"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Ibu Bupati Annisa Suci Ramadhani atas perhatian luar biasa dan perjuangannya di pusat. Program ini mempertahankan keberlangsungan hidup kebun kami. Kami berharap dukungan penuh seperti ini terus berlanjut agar petani kecil seperti kami bisa mandiri, menaikkan produktivitas, dan menyejahterakan keluarga," ungkap Suhaimi penuh optimisme.
Solusi Integratif: Paduan Sawit Produktif dan Infrastruktur Prima
Langkah Bupati Annisa terbilang sangat komprehensif. Menariknya, kepedulian terhadap Kecamatan Asam Jujuhan tidak berhenti pada sektor perkebunan saja.
Pada saat yang sama, Pemkab Dharmasraya juga tengah menggenjot pembangunan infrastruktur secara masif di kecamatan tersebut dengan total anggaran mencapai Rp14,7 miliar lebih untuk tahun anggaran 2026 dan 2027. Mulai dari peningkatan kapasitas Jalan Sinamar–Sungai Limau, rehabilitasi poros Jalan Sungai Limau–Batu Kangkung, hingga pembangunan fasilitas publik seperti los pasar dan Polsubsektor sedang dikebut.
Langkah integratif ini memperlihatkan bahwa Bupati Annisa tidak hanya ingin memastikan kebun sawit rakyat menghasilkan buah yang melimpah, tetapi juga memastikan jalur logistik transportasi aman agar nilai jual Tandan Buah Segar (TBS) petani tetap tinggi dan terjaga. Melalui kombinasi program PSR BPDP dan pembenahan infrastruktur pinggiran ini, wajah ekonomi Asam Jujuhan bersiap melakukan lompatan besar menuju era "Dharmasraya Sejahtera Merata".
Penulis : Dimetri Robby







0 Komentar