PIMRED : ROBBY OCTORA ROMANZA (WARTAWAN UTAMA)

6/recent/ticker-posts
"SEBAR LUASKAN INFORMASI KEGIATAN DAN PROMOSI USAHA ANDA DISINI"

Visi Besar Bupati Annisa: Gandeng LKAAM Dharmasraya Tuntaskan Persoalan Tanah Ulayat

Tanamonews.com, Dharmasraya – Komitmen mendalam terhadap kelestarian adat dan hak masyarakat terus dibuktikan oleh Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani. Dalam momentum penting Musyawarah Daerah (Musda) Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kabupaten Dharmasraya yang digelar di Auditorium Dharmasraya, Senin (3/8/2026).

Bupati Annisa secara langsung menyambut hangat terpilihnya H. Marlon Martua Datuak Rangkayo Mulieh sebagai Ketua LKAAM periode 2026–2031. Terpilihnya mantan Bupati Dharmasraya periode 2005–2010 tersebut dinilai Bupati Annisa sebagai momentum besar bagi kemajuan daerah.

"Selamat kepada Bapak H. Marlon atas amanah yang diberikan untuk memimpin LKAAM Kabupaten Dharmasraya. Kami berharap kepengurusan yang baru dapat terus memperkuat peran lembaga adat sebagai mitra pemerintah dalam menjaga nilai-nilai adat sekaligus membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat," ujar Bupati Annisa penuh optimisme.

Posisi Strategis LKAAM di Mata Bupati Annisa

Bagi Bupati Annisa, LKAAM bukan sekadar organisasi biasa, melainkan mitra yang memiliki posisi sangat strategis. Ia menegaskan bahwa LKAAM adalah pilar utama Pemkab Dharmasraya dalam menjaga kelestarian adat, memperkuat persatuan masyarakat, sekaligus menjadi jembatan penyelesaian berbagai persoalan sosial.

Salah satu bentuk nyata dari kepemimpinan progresif Bupati Annisa adalah kesiapannya untuk membuka ruang komunikasi dalam menyelesaikan isu-isu krusial. Secara khusus, ia menyoroti penanganan persoalan tanah ulayat yang berada di dalam kawasan hutan. Bupati Annisa menegaskan bahwa pemerintah daerah sangat siap berkolaborasi erat dengan LKAAM untuk menuntaskan masalah sensitif ini melalui pendekatan yang inklusif.

"Penyelesaian persoalan tersebut memerlukan kesamaan pemahaman, dialog yang konstruktif, serta sinergi antara pemerintah, ninik mamak, dan seluruh pemangku kepentingan agar menghasilkan solusi yang memberikan kepastian hukum tanpa mengabaikan hak-hak masyarakat adat," tegas Bupati Annisa.

Menanti Sinergi Nyata: Gayung Bersambut dari Pemangku Adat

Keterbukaan dan ketegasan Bupati Annisa dalam menyentuh persoalan tanah ulayat seketika membawa atmosfer kesejukan di ruang sidang Musda. Narasi yang disampaikan sang Bupati dinilai bukan sekadar pidato formal, melainkan sebuah bentuk keberpihakan yang tulus terhadap hak-hak masyarakat hukum adat.

Merespons komitmen besar tersebut, salah seorang tokoh adat senior yang hadir memberikan sebuah perumpamaan yang mendalam. Ia menggambarkan bahwa hubungan antara pemerintah daerah dan pemangku adat sejatinya harus berjalan selaras, bak filosofi aur dengan tebing—saling bersandar, saling memperkuat, dan tidak bisa dipisahkan.

Lebih lanjut, ia merefleksikan nilai luhur anak dipangku kamanakan dibimbing, urang kampuang dipatenggangkan sebagai landasan kepemimpinan yang inklusif. Kehadiran Bupati Annisa yang membuka ruang dialog selebar-lebarnya laksana payung panji yang teduh. Sinergi ini diyakini menjadi kunci utama untuk mengurai benang kusut konflik agraria di kawasan hutan, menghadirkan kepastian hukum negara, namun tetap menjunjung tinggi kehormatan hukum adat.

Sinergi Kuat Demi Dharmasraya yang Harmonis

Visi besar Bupati Annisa tersebut disambut dengan komitmen tinggi oleh H. Marlon Martua Datuak Rangkayo Mulieh. Sebagai Ninik Mamak Kenagarian IV Koto Pulau Punjung, H. Marlon menegaskan kesiapan LKAAM untuk menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian budaya Minangkabau, membina generasi muda, serta menyelesaikan persoalan lewat musyawarah mufakat.

Ia sepakat dengan pandangan Bupati bahwa sinergi antara tungku tigo sajarangan (ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai) bersama bundo kanduang dan pemerintah daerah adalah kunci utama mewujudkan kehidupan yang harmonis berlandaskan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.

Musda yang dihadiri oleh Wakil Ketua LKAAM Sumbar Syafrizal Dt Nan Batuah ini menjadi tonggak konsolidasi penting bagi para pemangku adat untuk lima tahun ke depan. Di bawah payung kemitraan dengan Bupati Annisa, LKAAM diharapkan semakin aktif memastikan pembangunan Dharmasraya tetap tegak berdiri di atas fondasi nilai-nilai adat dan kearifan lokal. Acara ini turut dihadiri dan didukung penuh oleh jajaran Forkopimda serta tokoh daerah, antara lain:

  • Jemi Hendra (Ketua DPRD Kabupaten Dharmasraya)
  • AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro (Kapolres Dharmasraya)
  • Medison (Sekda Dharmasraya)
  • M. Jimmy Kurniawan (Ketua Pengadilan Agama Pulau Punjung)
  • H. Masdan (Kakan Kemenag Dharmasraya)
  • Ninik Mamak Pemangku Adat se-Kabupaten Dharmasraya. Penulis : Dimetri Robby

Posting Komentar

0 Komentar





Selamat datang di Portal Berita, Media Online : www.tanamonews.com, atas nama Redaksi mengucapkan Terima kasih telah berkunjung.. tertanda: Owner and Founding : Indra Afriadi Sikumbang, S.H. Tanamo Sutan Sati dan Pemimpin Redaksi : Robby Octora Romanza